alexametrics

Refleksi Hari ASI Dunia: ASI Eksklusif Melawan Perubahan Iklim

Oleh ANANG ENDARYANTO *)
1 Agustus 2022, 19:48:57 WIB

TANGGAL 1 Agustus diperingati sebagai Hari Air Susu Ibu (ASI) Dunia. Sejak awal kehidupan, ASI membantu bayi menghadapi perubahan lingkungan eksternal. Bahkan, termasuk perubahan iklim. Dari dulu ASI diketahui dapat memperkuat sistem kekebalan bayi.

Fungsi sistem kekebalan itu di antaranya sebagai perlindungan (proteksi) dan pemeliharaan keseimbangan (homeostasis). Dengan homeostasis, tubuh manusia bereaksi tidak berlebihan dalam merespons berbagai stresor yang berasal dari lingkungan. Saat ini, lingkungan hidup manusia menghadapi perubahan iklim yang merupakan stresor berat untuk sistem kekebalan pada awal kehidupan manusia.

Gangguan sistem kekebalan pada awal kehidupan manusia itu bisa mendatangkan berbagai penyakit. Seperti infeksi, kanker, autoimun, dan alergi. Juga penurunan kualitas fisik maupun kecerdasan intelektual, emosional, spiritual di masa depan.

ASI kaya akan kandungan nukleotida dan zat gizi lain yang berkualitas. Nukleotida mempunyai peran penting dalam pertumbuhan dan pematangan saluran cerna, merangsang pertumbuhan bakteri baik (microbiota), dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Kandungan utama microbiota bayi yang berasal dari ASI adalah bifidobacterium.

Dengan ASI, bayi mampu menangkal serangan kuman, polutan, dan alergen yang meningkat karena perubahan iklim. Sehingga sel-sel epitel (barrier) usus, kulit, dan saluran pernapasan tetap utuh dan tetap memiliki microbiota dalam jumlah cukup. Kondisi ini mampu mencegah peradangan kronis pada bayi karena penyakit infeksi dan alergi.

Masa pemberian ASI eksklusif adalah masa di mana perkembangan sistem kekebalan serta perkembangan kognitif, motorik, bahasa, dan sosial-emosi manusia mengalami percepatan tertinggi. Pada masa tersebut, perlindungan bayi oleh ASI eksklusif dari terjadinya peradangan kronis membuat perkembangan fungsi-fungsi otak manusia menjadi lebih pesat.

ASI Eksklusif

ASI eksklusif sebaiknya diberikan selama 6 bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan sampai usia 2 tahun bersama dengan makanan pendamping. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan telah terbukti memiliki manfaat jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia.

Sebuah penelitian pada 3.493 partisipan di Brasilia yang diikuti sejak lahir sampai usia 30 tahun menemukan fakta bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif memiliki skor IQ 3,8 poin lebih tinggi, memiliki jenjang pendidikan satu tingkat lebih tinggi, dan mendapatkan pendapatan per bulan Rp 1 juta lebih tinggi dibandingkan mereka yang mendapat ASI kurang dari satu bulan.

Sayangnya, pemahaman mengenai betapa pentingnya ASI eksklusif itu belum diikuti dengan praktik pemberian ASI eksklusif oleh seluruh masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat, persentase pemberi ASI eksklusif bayi berusia 0–5 bulan sebesar 71,58% pada 2021. Persentase tersebut sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya (69,62%). Namun, persentase sebagian besar provinsi masih di bawah rata-rata nasional, yaitu Gorontalo (52,75%), Kalimantan Tengah (55,98%), Sumatera Utara (57,83%), Papua Barat (58,77%), Kepulauan Riau (58,84%), dan DKI Jakarta (65,63%).

Perubahan Iklim Berdampak pada Sistem Kekebalan

Perubahan iklim meningkatkan polutan di udara, air, dan tanah. Perubahan iklim juga memodifikasi sebaran alergen tungau debu yang menyebabkan kambuhnya alergi pernapasan dalam waktu yang lama. Hasil penelitian pada 63 juta anak di 18 negara di Eropa menunjukkan bahwa hampir sepertiga anak menderita asma akibat polusi udara.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: