alexametrics

Melihat Depo Arsip yang Dikelola Dinas Perpustakaan Surabaya

1 Juni 2021, 07:48:20 WIB

Kertas itu terlihat kusam dan lusuh. Ketikan di atasnya hampir-hampir tak bisa dibaca. Di sana-sini kertas sobek termakan rayap. ’’Tiap hari ya begini. Banyak arsip lama yang rusak, tapi harus diselamatkan,’’ tutur Dewi Indiana.

Kertas dokumen yang sudah berumur puluhan tahun itu diambil satu per satu. Harus hati-hati. Jika tidak, kertas rawan sobek. Kertas tadi dibersihkan dengan kuas untuk menghilangkan debu atau rayap yang menempel. Setelah bersih, kertas kemudian dilapisi tisu jepang. Lalu, direkatkan dengan lem khusus. Yaitu, lem metil selulosa atau carboxy methyl cellulose (CMC). Setelah itu, kertas dimasukkan ke alat pengering. Tanpa alat suhu ruangan. ’’Kami tunggu sampai kertas benar-benar kering dengan sendirinya,’’ tutur Herlin Wahyuningsih, arsiparis Dispusip Surabaya.

Kadispusip Surabaya Musdiq Ali Suhudi menuturkan bahwa pihaknya telah merestorasi sekitar sembilan ribu berkas. Semua sudah disajikan kepada masyarakat. Selain dokumen foto dan data, ada juga arsip suara, peta Surabaya tempo doeloe, dan arsip film. Salah satu film dokumenter yang disimpan adalah peristiwa pertempuran 10 November 1945. Suara pidato Bung Tomo yang menjadi penyemangat arek-arek Suroboyo dalam pertempuran 10 November 1945 juga masih terjaga kualitasnya. ’’Sampai sekarang masih terawat dengan baik,’’ tuturnya.

Pihaknya mendapatkan arsip lawas itu dari berbagai sumber. Mulai internal pemerintah, masyarakat secara individu, hingga komunitas penggiat sejarah. Setelah direstorasi, dokumen itu kembali bisa dinikmati oleh masyarakat. Salah satunya menjadi jujukan wisata edukasi arsip.

Musdiq mengaku sering menerima kunjungan dari masyarakat, khususnya mahasiswa dan akademisi, yang hendak melakukan penelitian. Anak-anak sekolah juga tak jarang melakukan kunjungan study tour. Sebab, tempat tersebut memang menyimpan banyak dokumen, arsip, dan jejak sejarah Surabaya zaman dulu.

Baca Juga: Beli Smart Kost Rp 2,4 M, Ternyata Tanah Masih Sengketa

Musdiq Ali menjelaskan, arsip sebuah kota sangat penting. Menjadi aset yang tak ternilai harganya. Sebab, tersimpan nilai-nilai sejarah yang punya arti penting. Itu menjadi dasar Pemkot Surabaya hingga pemerintah pusat dalam merunut jejak sejarah atau peristiwa.

Kearsipan, tutur dia, juga dibutuhkan pemerintah untuk melangkah ke depan dalam membangun kota. Jejak peristiwa itu harus dirawat dengan hati-hati. ’’Arsip ini adalah khazanah yang harus dilestarikan karena sifatnya abadi,’’ paparnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads