alexametrics

Melihat Depo Arsip yang Dikelola Dinas Perpustakaan Surabaya

1 Juni 2021, 07:48:20 WIB

Surabaya punya sejarah panjang sebelum menjadi kota metropolitan yang modern seperti sekarang. Wajah Surabaya tempo doeloe itu terekam dalam ribuan arsip kuno yang direstorasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya.

UMAR WIRAHADI, Surabaya

FOTO itu dicetak dalam bingkai hitam putih. Ukuran 10R. Dijepret tahun 1938. Meski nyaris satu abad, kesan artistik gedung itu sangat kuat. Arsitektur bergaya art deco tersebut terlihat anggun. Bagian depan bangunan dua lantai itu ditopang pilar-pilar yang melengkung. Di kedua sisinya berdiri dua menara berkubah dengan ukuran lebih tinggi dari gedung utama. Di tengahnya tertulis Oranje Hotel. Rupanya, itu adalah wajah Hotel Majapahit versi lawas.

Foto Oranje Hotel itu adalah satu di antara ribuan arsip lawas yang disimpan di depo arsip milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Surabaya di Jalan Dukuh Kupang Barat 1/1B. Tak heran, berkunjung ke lokasi itu ibarat menjelajahi museum yang menyimpan harta karun tentang Surabaya zaman dulu. Berbagai dokumen lawas tersimpan di sana. Mulai foto, peta, arsip suara, hingga arsip film dokumenter. Semua masih terawat dengan baik dan tersimpan rapi.

Foto-foto jadul itu dirawat dengan baik. Agar tidak punah, sebagian besar sudah dialihmediakan dalam dokumen digital milik dispusip.

’’Selain berbentuk fisik, dokumen juga kami simpan secara online,’’ tutur Emadarta Tri Wijaya.

’’Untuk menghindari kepunahan. Karena ini foto satu-satunya. Tidak ada lagi,’’ sambung Kasi Akuisisi Deposit Kearsipan Dispusip Surabaya itu.

Agar kualitas foto tetap terjaga, petugas melakukan perawatan dengan telaten. Foto-foto disimpan dalam amplop berbahan kertas conqueror. Di dalam amplop ditabur kapur barus dan silica gel. Dua benda itu berfungsi untuk mencegah kelembapan yang berlebih di dalam amplop. Juga menyerap kandungan air. Petugas depo arsip juga aktif melakukan fumigasi. Yaitu, semacam penyemprotan untuk mencegah kerusakan foto dari serangan rayap. ’’Ini fisik foto tetap bertahan meski sudah berusia puluhan tahun,’’ ungkap Emadarta.

Selain foto, depo arsip Dispendukcapil Surabaya juga menyimpan ribuan, bahkan ratusan ribu, lembar arsip data. Mulai yang berhubungan dengan arsip surat-menyurat atau lembaga kebijakan pemerintahan di zaman Belanda hingga peraturan daerah (perda) pada awal berdirinya Pemkot Surabaya yang kala itu bernama Kota Besar Surabaya.

Ketika Jawa Pos berkunjung ke lokasi Jumat lalu (28/5), para pekerja sedang sibuk merestorasi dokumen arsip. Misalnya, yang dilakukan dua pegawai bernama Dewi Indiana dan Ana Furijayanti. Keduanya sibuk merestorasi dokumen berupa surat lelang kendaraan dinas Kota Besar Surabaya tahun 1950.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads