← Beranda

Daftar Lengkap Juara Euro dari 1960-2020, Spanyol dan Jerman Masih Jadi yang Terbanyak Raih Gelar Juara

Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 14 Juli 2024 | 19.11 WIB
La Furia Roja masih jadi negara dengan koleksi gelar juara Euro terbanyak bersama Der Panzer. (Instagram/@sefutbol)

JawaPos.com — Final Euro 2024 sudah di depan mata. Spanyol dan Inggris akan berebut status juara di babak final yang akan digelar di Olympiastadion, Berlin, pada Senin (15/7/2024) dini hari WIB.

Spanyol melaju ke partai puncak setelah menyingkirkan Prancis dengan skor 2-1 di babak semifinal, sementara Inggris berhasil mengandaskan Belanda dengan skor yang sama. Kedua tim ini memiliki sejarah panjang dalam ajang Piala Eropa, namun siapa yang akan keluar sebagai Raja Eropa selanjutnya di Euro 2024?

Sejarah mencatat bahwa Euro atau Piala Eropa telah diselenggarakan sejak 1960. Turnamen ini pertama kali dimenangkan oleh Uni Soviet yang mengukir sejarah sebagai juara Euro pertama. Sejak saat itu, turnamen ini terus berkembang dan melahirkan juara-juara baru dari berbagai negara di Eropa.

Jerman dan Spanyol adalah dua negara yang paling sering menjuarai Euro, masing-masing dengan tiga trofi. Catatan gemilang ini menunjukkan betapa dominannya kedua negara tersebut dalam sejarah Euro.

Uni Soviet menjadi juara pertama Euro pada tahun 1960 setelah mengalahkan Yugoslavia di final. Empat tahun kemudian, tepatnya pada 1964, Spanyol meraih gelar juara pertamanya dengan kemenangan atas Uni Soviet di partai puncak. Italia menyusul pada 1968, mencatatkan nama mereka di daftar juara Euro setelah mengalahkan Yugoslavia. Sejak itu, turnamen ini semakin kompetitif dengan semakin banyak negara yang bersaing untuk menjadi yang terbaik di Eropa.

Jerman Barat muncul sebagai kekuatan dominan di Euro pada 1972, memenangkan gelar pertama mereka setelah mengalahkan Uni Soviet di final. Mereka kembali meraih gelar pada 1980 dengan kemenangan atas Belgia. Pada 1976, Cekoslowakia mencetak sejarah dengan menjadi juara setelah mengalahkan Jerman Barat lewat drama adu penalti. Kemenangan ini menjadi satu-satunya trofi Euro bagi Cekoslowakia, yang kemudian terpecah menjadi Republik Ceko dan Slovakia.

Pada 1984, Prancis meraih gelar juara pertama mereka dengan mengalahkan Spanyol di final. Michel Platini menjadi bintang turnamen dengan mencetak sembilan gol, rekor yang masih bertahan hingga kini. Empat tahun kemudian, pada 1988, Belanda meraih gelar juara pertamanya setelah mengalahkan Uni Soviet di final. Kemenangan ini ditandai dengan gol indah Marco van Basten yang dikenang sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah Euro.

Denmark menciptakan kejutan besar pada 1992 dengan menjadi juara Euro setelah mengalahkan Jerman di final. Kemenangan ini sangat mengejutkan karena Denmark sebenarnya tidak lolos kualifikasi dan hanya masuk turnamen sebagai pengganti Yugoslavia yang terkena sanksi internasional. Pada 1996, Jerman kembali meraih gelar juara setelah mengalahkan Republik Ceko di final melalui gol emas Oliver Bierhoff.

Prancis kembali meraih gelar juara pada 2000 setelah mengalahkan Italia di final. Kemenangan ini menjadikan Prancis sebagai tim pertama yang memegang gelar Piala Dunia dan Euro secara bersamaan. Pada 2004, Yunani membuat kejutan besar dengan menjadi juara setelah mengalahkan Portugal di final. Kemenangan Yunani ini dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Euro.

Spanyol mencatatkan sejarah baru pada 2008 dengan menjadi juara setelah mengalahkan Jerman di final. Keberhasilan ini diikuti dengan kemenangan mereka di Piala Dunia 2010 dan Euro 2012, menjadikan Spanyol sebagai tim pertama yang memenangkan tiga turnamen besar secara beruntun. Pada 2016, Portugal meraih gelar juara pertama mereka setelah mengalahkan Prancis di final melalui gol Eder di babak perpanjangan waktu.

Italia menambah daftar juara pada 2020 dengan mengalahkan Inggris di final melalui adu penalti. Kemenangan ini menjadikan Italia sebagai tim dengan dua gelar juara Euro, setelah sebelumnya menang pada 1968. Inggris, di sisi lain, masih mencari gelar juara Euro pertama mereka. Meski sudah dua kali mencapai final, pada 2020 dan 2024, Inggris belum berhasil meraih trofi.

 

Berikut adalah daftar lengkap juara Euro dari tahun 1960 hingga 2020:

1960 - Uni Soviet

1964 - Spanyol

1968 - Italia

1972 - Jerman Barat

1976 - Cekoslowakia

1980 - Jerman Barat

1984 - Prancis

1988 - Belanda

1992 - Denmark

1996 - Jerman

2000 - Prancis

2004 - Yunani

2008 - Spanyol

2012 - Spanyol

2016 - Portugal

2020 - Italia

Dari daftar tersebut, terlihat bahwa Jerman dan Spanyol adalah dua negara dengan jumlah gelar juara terbanyak, masing-masing dengan tiga trofi. Jerman Barat meraih gelar pada 1972 dan 1980, sementara Jerman meraih gelar pada 1996. Spanyol meraih gelar pada 1964, 2008, dan 2012, menjadikan mereka sebagai negara pertama yang memenangkan Euro berturut-turut.

Baca Juga: Southgate Sebut Inggris Harus Main Sempurna Bila Ingin Kalahkan Spanyol dan Juarai Euro 2024

Prancis dan Italia masing-masing memiliki dua gelar juara. Prancis meraih gelar pada 1984 dan 2000, sementara Italia meraih gelar pada 1968 dan 2020. Negara-negara lain yang pernah meraih gelar juara Euro adalah Uni Soviet (1960), Cekoslowakia (1976), Belanda (1988), Denmark (1992), Yunani (2004), dan Portugal (2016).

Dengan final Euro 2024 yang semakin dekat, pertanyaan besar adalah siapa yang akan menjadi Raja Eropa selanjutnya? Apakah Spanyol akan menambah gelar keempat mereka atau Inggris akan meraih gelar juara Euro pertama mereka? Pertandingan ini dipastikan akan berlangsung sengit dan penuh dengan drama. Saksikan final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris untuk mengetahui jawabannya.

EDITOR: Edi Yulianto