JawaPos Radar

5 Prinsip Dasar Menyelamatkan Diri di Alam dari Putri Ayudya

26/08/2018, 09:35 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
5 Prinsip Dasar Menyelamatkan Diri di Alam dari Putri Ayudya
Putri Ayudya memiliki prinsip tidak ada yang bisa menaklukan alam. Oleh karena itu, jangan jumawa ketika berada di alam. (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Mendaki gunung ataupun melakukan kegiatan yang berkaitan dengan alam lainnya berarti harus siap untuk tidak kembali. Demikian filosofi yang diyakini Putri Ayudya, seorang mantan presenter program Jejak Petualang.

Oleh karena itu, pengetahuan akan menyelamatkan diri di alam sangat penting dimiliki. Sebab, alam tidak bisa ditebak dan bisa saja terjadi bencana.

"Kita nggak pernah tahu alam. Tapi setiap kali memutuskan pergi udah harus siap nggak kembali. Kecuali, bawa misi dan harus pulang. Tetapi, kalau jalanin misi nggak boleh sendirian karena kalau ada apa-apa diserahin ke orang lain," kata Putri Ayudya pada JawaPos.com, beberapa waktu lalu.

Lalu, bagaimana prinsip dasar menyelamatkan diri yang harus dilakukan ketika berada di alam. Berikut tips yang dibagikan oleh Putri Ayudya.

1. Lari Menjauh saat Erupsi

Ketika terjadi erupsi di gunung, tidak ada pilihan lain kecuali lari menjauhi puncak gunung. Tetapi, arah lari harus mempertimbangkan arah lahar dan juga awan panas. Jangan sampai lari mendekati aliran lahar.

2. Cari Tempat Aman saat Longsor

Berbeda dengan erupsi, ketika terjadi longsor maka sebaiknya mencari titik yang aman. Oleh karena itu, perlu diketahui juga titik longsor sehingga bisa menentukan titik aman.

"Kalau longsor, harus cari titik aman. Yang aku tahu, kalau terjadi longsor berusaha cari yang, logikanya kalau longsor, jauhi arah jatuh, cari tempat berlindung," ungkap Putri.

3. Tsunami Lari ke Tempat Tinggi

Sementara itu, ketika terjadi tsunami dan sedang berada di pinggir pantai, maka sudah pasti secepat mungkin berlindung ke daerah yang lebih tinggi. Dengan demikian, terhindar dari sapuan ombak.

4. Banjir Jangan Dilawan

Kemudian, ketika terjadi banjir maka Putri menyarankan untuk tidak melawan arusnya. Sebaliknya, gunakan benda yang bisa dipakai untuk pegangan agar tetap mengapung dan mengikuti arus banjir.

"Kalau banjir jangan dilawan, kita ikuti arusnya tapi cari yang buat pegangan. Kalau dilawan tenaga kita habis duluan. Itu yang aku belajar di Tagana," ujarnya.

5. Kondisi Darurat Siapkan Survival Kit

Bermain di alam, dikatakan Putri penting untuk membawa alat keselamatan. Dengan demikian, ketika dalam kondisi darurat bisa digunakan. Tetapi, penting survival kit tersebut diletakkan di tempat yang mudah dijangkau.

"Jangan lupa survival kit ditaro ditempat yang mudah dijangkau di tas kita. Kemudian, pastikan terdaftar di pos awal pendakian. Selanjutnya, mengajak guide," ungkap Putri.

Lebih lanjut, yang tak kalah penting adalah mendengar suara alam melakukan tanda-tanda yang diberikan. Oleh karena itu, saat berada di alam diperlukan juga kepekaan terhadap alam sekitar.

"Menurutku nggak akan ada yang bisa menaklukan alam. Yang ada paling kita visiting. Hati-hatilah sama alam. Jangan jumawa kalau di alam," pungkasnya.

(str/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up