JawaPos Radar

Tingkatkan Destinasi Wisata, Bakal Berdiri Museum Tari di Gunung Kawi

21/09/2017, 07:25 WIB | Editor: Soejatmiko
Tingkatkan Destinasi Wisata, Bakal Berdiri Museum Tari di  Gunung Kawi
Salah satu grup tari saat tampil pada babak penyisihan, Rabu (20/9) (soejatmiko/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Banyak ide-ide segar muncul di tengah-tengah perhelatan Lomba cipta tari pada Gumebyar Pesona Gunung Kawi 2017. Salah satunya adalah rencana pendirian museum tari dan sanggar tari Didik Nini Thowok di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari.

 

Ide itu muncul dilontarkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, disela-sela babak penyisihan 5 grand finalis peserta lomba cipta tari di lapangan festival Desa Wonosari. ‘’Ide pendirian museum tari dan sanggar tari ini perlu ditindaklanjuti, selain untuk pelestarian tari itu sendiri juga untuk menunjang Desa Wonosari yang wilayahnya ketempatan sebagai kantor pusat Badan Otorita Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS),’’ kata Made antusias, Rabu (20/9).

Tingkatkan Destinasi Wisata, Bakal Berdiri Museum Tari di  Gunung Kawi
Didik Nini Thowok dan Kadisparbud Kabupaten Malang bersama para peserta lomba (sujatmiko/JawaPos.com)

 

Menurut Made, Gunung Kawi sebagai salah satu destinasi wisata religi sudah sepantasnya melengkapinya dengan keberadaan museum tari dan sanggar tari bertaraf nasional. Sehingga wisatawan selain melaksanakan wisata religi juga memiliki pemahaman terhadap berbagai jenis tarian yang ada di tanah air. ‘’Saya kira Malang yang memiliki historis kerajaan di masa lalu cukup pantas untuk memilikinya,’’ ujarnya.

 

 

Lomba cipta tari itu sendiri sengaja dilaksanakan pada even Gumebyar Pesona Gunung Kawi 2017. Latar belakangnya agar Gunung Kawi sebagai kawasan wisata religi yang sudah terkenal cukup lama memiliki kesenian tari khas tersendiri yang bersumber dari kearifan lokal masyarakat Gunung Kawi.

 

Kearifan lokal itu muncul dari tingginya toleransi beragama masyarakat setempat. Seperti berdirinya dua tempat ibadah yang berdampingan. Yakni Masjid jami

 

Sementara itu dalam festival lomba cipta tari , tiga juri yang salah satunya adalah maestro tari Didik Nini Thowok telah memilih lima grup terbaik, yang melaju ke babak grand final yang akan berlangsung Kamis (21/9). ‘’Dari lima peserta yang lolos grand final nantinya masih ada yang harus dibenahi.  Mulai dari tehnik gerak, iringan gending, sampai dengan asesoris yang digunakan peserta,’’ kata Didik saat memberikan arahan di atas panggung.

 

Didik sendiri menilai bahwa upaya untuk mencari tari khas Gunung Kawi, tidak hanya berhenti siapa menjadi juara cipta tari di festival. Namun, masih harus ada kolaborasi yang dalam untuk menciptakan tari khas Gunung Kawi. ‘’Dari penampilan 10 peserta yang masuk semi finalis, terlihat masih belum adanya unsur tari yang mengambil dari kearifan lokal masyarakat Gunung Kawi,’’ katanya.

 

Salah satu contoh, lanjut Didik, belum masuknya unsur tari yang menggambarkan budaya Islam dan Tionghoa. Semuanya masih pakem tarian jawa dan hanya bercerita pada historis bagaimana terbentuknya masyarakat jawa. ‘’Karena itu perlu dimasukkan unsur-unsur  tari itu. Sehingga akan makin terbentuk sebuah karya tari yang benar-benar bersumber dari kearifan lokal masyarakat Gunung Kawi,’’ jelasnya.

 

Sementara itu salah satu juri, Bambang  Supomo mengatakan, meski nantinya terpilih juaranya, namun  untuk menjadi tari khas Gunung Kawi masih butuh waktu lagi. Karena perlu kolaborasi dari para peserta itu untuk membuatnya sehingga jadi tarian khas Gunung Kawi yang diharapkan,’’ kata Bambang yang juga staf budaya, Disparbud Kabupaten Malang.

 

Sementara itu dalam grand final, lima peserta berhasil lolos ke babak final yang akan berlaga pada Kamis (21/9) bersamaan dengan dihelatnya perayaan Grebeg Surau yang dilaksanakan Desa Wonosari. Perayaan ini, selalu disaksikan puluhan ribu pengunjung. Karena juga bersamaan dengan kunjungan para peziarah dari berbagai penjuru tanah air.

 

Lima peserta yang lolos itu adalah grup tari Sekar Ayu Gunung Kawi dari Kecamatan Kasembon, Sanggar Tari Kencana dari Kecamatan Pakishaji, Sanggar Tari Puspitasari dari Kecamatan Sumberpucung, Sanggar tari Sumbergumegrahing Kawi dari Kecamatan Wagir, Sanggar Wonosari, dari Kecamatan Wonosari.

 

 

(mik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up