JawaPos Radar

Kampung Tematik dan Wisata Heritage Daya Tarik Kunjungan ke Kota Ini

20/12/2017, 02:45 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Jalan Kayu Tangan (sekarang Jalan Basuki Rahmad) Kota Malang
IKON HERITAGE KOTA MALANG: Kompleks pertokoan di sepanjang Jalan Kayu Tangan (sekarang Jalan Basuki Rahmad) mulai dari pertigaan depan PLN sampai di depan Gereja Katolik Kayutangan. (kelsumbersari.malangkota.go.id)
Share this

JawaPos.com - Kota Malang rupanya mempunyai magnet tersendiri untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung. Dari data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, jumlah kunjungan wisatawan saat ini meningkat 5-8 persen dari tahun sebelumnya.

Kasi Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang Agung Bhuwana mengatakan, hasil evaluasi sementara jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara mengalami peningkatan 5-8 persen dibanding tahun lalu. "Saat ini kunjungan wisata domestik ada sekitar 3,9 juta. Sedangkan mancanegara ada 10 ribuan," ujar Agung kepada JawaPos.com, Selasa (19/12).

''Itu juga menjadi nilai positif buat Malang, karena di saat Bali mengalami kondisi bencana, Malang justru mendapat wisatawan,'' lanjutnya. Dia mengatakan, beberapa paket yang disiapkan untuk mengalihkan kunjungan dari Bali ke Malang menjadi nilai positif bagi Malang.

Jalan Kayu Tangan (sekarang Jalan Basuki Rahmad) Kota Malang
WALKING TOUR: Selain menggaet wisatawan, konsep wisata di Jalan Kayu Tangan (sekarang Jalan Basuki Rahmad) Kota Malang ini untuk kenalkan wisata heritage. (Malang Post/Jawa Pos Grup)

Agung menyampaikan, rata-rata kunjungan wisatawan didominasi oleh keluarga dan pelajar. Menurutnya, hal itu seiring dengan peran masyarakat di dalam menyediakan menu baru dalam destinasi wisata. ''Contohnya, kalau di Kota Malang Kampung Warna-Warni sudah cukup dikenal, dan sekarang sudah ada menu lagi yakni Jembatan Kaca,'' bebernya.

Selain itu, Kabupaten Malang dan Kota Batu juga mengembangkan banyak potensi destinasi baru. Hal itu pun berimbas pada masuknya semakin banyak wisatawan di Kota Malang. ''Bagaimana pun juga, wisatawan yang ingin berkunjung ke Bromo atau wilayah di sekitar Malang, untuk kebutuhan penginapan, travel, dan restonya tetap di Malang. Hal itu pun menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi kuliner Malang yang mempunyai kekhasan tersendiri,'' papar Agung.

Terkait, wisata heritage Kota Malang, Agung menyampaikan jika hal itu saat ini juga menjadi salah satu primadona wisatawan. ''Karena sarat akan pengetahuan. Itu pun menjadi pendukung dari adanya wisata alam dan buatan di Malang Raya,'' jelasnya. Salah satu wisata heritage tersebut yakni berada di kawasan Kayu Tangan.

Menurutnya, wisata heritage memberikan gambaran mengenai masa lalu yang bisa memunculkan rasa keingintahuan bagi wisatawan. ''Tidak semua orang tahu bahwa di balik pertokoan di Kayu Tangan menyimpan banyak cerita. Hal-hal seperti itu menjadi daya tarik, yakni dengan walking tour untuk menjelajahi keindahan masa lalu,'' tuturnya.

Dia mengungkapkan, saat ini masih diperlukan upaya untuk semakin menggenjot kunjungan wisatawan. ''Harus mengembangkan potensi wisata yang sudah ada. Apa yang dipunya, harus dikembangkan menunya,'' ujarnya. Agung menuturkan, pembangunan jalan tol Malang-Pandaan yang saat ini sedang proses pengerjaan juga bisa ditangkap peluangnya oleh masyarakat dengan menciptakan kampung-kampung tematik baru.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up