JawaPos Radar

Pemkab Malang Optimistis Selesaikan Persyaratan KEK Singhasari Hingga Akhir Tahun

12/06/2017, 13:35 WIB | Editor: Soejatmiko
Pemkab Malang Optimistis Selesaikan Persyaratan KEK Singhasari Hingga Akhir Tahun
Gerbang masuk Graha Residance, salah satu calon pintu masuk kawasan ekonomi Khusus (KEK) Singhasari (Istimewa)
Share this

JawaPos.com–  Semangat Kabupaten Malang untuk menjadikan wilayah Singhasari (Singosari) sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata patut diacungi jempol. Langkah demi langkah untuk memproses kawasan itu hingga mendapat persetujuan presiden terus dilakukan.

 

‘’Ada 15 dokumen yang hingga kini terus dimatangkan dan dilengkapi untuk diserahkan ke Dewan Nasional KEK,’’ kata Bupati Malang Rendra Kresna, usai membuka rakor percepatan pengusulan KEK Singhasari di Ruang Anusapati Pendapa Agung, Jumat (9/6).

 

Menurut Rendra, bila konsorsium dan investor bekerja keras dan fokus, maka dalam waktu enam bulan, 15 dokumen itu bisa secepatnya selesai. Karena itu, Pemkab mendorong dan menjaga agar tetap fokus dan bisa dikerjakan sesuai jadwal.

 

‘’Rakor seperti ini akan sering dilakukan selama enam bulan. Karena ini perlu, untuk mengetahui progresnya sampai dimana. Dari rakor ini akan diketahui secepatnya kendala di lapangan. Sehingga bisa segera diselesaikan secepatnya,’’ kata Rendra.

 

Secara keseluruhan, kata Rendra,  sejauh ini belum ada kendala yang berarti. Lantaran terkait lahan sudah siap 200 hektar lebih. ‘’Justru saat ini yang perlu dipikirkan adalah bagaimana KEK pariwisata ini menjadi lokasi wisata yang berbeda dengan tempat lain. Salah satunya memang wisata heritage. Tapi masih ada peluang-peluang lain, sehingga KEK Singhasari menjadi beda dengan pariwisata di daerah lainnya,’’ katanya.  

 

Investasi awal, menurut Rendra, diperkirakan bakal mencapai Rp 2 Triliun.  Sedangkan pemda di awal akan mempersiapkan infra struktur jalan yang memadai untuk menuju ke lokasi KEK. Bahkan untuk mendekatkan akses menuju KEK nanti, pihaknya juga telah meminta kementerian PU agar  jalan Tol Pandaan – Malang exitnya mendekati KEK Singhasari.

 

Bagi Rendra, KEK pariwisata Singhasari Ini bisa membangkitkan tingkat perekonomian warga sekitar. Karena iklim investasi juga berpotensi meningkat. ”Kalau sudah dibangun secara keseluruhan, nilai investasinya bisa menyentuh puluhan triliun rupiah,” ujarnya.

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Made Arya Wedhantara juga yakin usulan tersebut bakal segera disetujui. ”Kami yakin bisa berjalan maksimal. Sebab, lahan 200 hektare sudah ada. Berbeda dengan KEK di kawasan lain, yang masih memerlukan pembebasan lahan,” papar Made.

 

 

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan dan Industri Pariwisata, Kemenpar, Dadang Rizki Ratman yang turut hadir pada acara tersebut mengatakan, bila 15 dokumen itu selesai dan diserahkan ke Dewan Nasion (DN) KEK, selanjutnya DN KEK mengkaji. Bila memang layak, baru diusulkan ke presiden. ”Kalau kita bisa kerjakan secara sungguh-sungguh, enam bulan dari sekarang bisa keluar ketetapan KEK untuk Singhasari,” katanya usai mengikuti rakor KEK Singhasari.

 

Dia menambahkan, check list dokumen yang sudah diajukan Pemkab Malang dan investor hingga kini memang masih dilakukan bersama Kementerian Pariwisata. Beberapa di antaranya adalah akta pendirian badan usaha, diskripsi rencana pengembangan KEK, dan rencana pembiayaan.

 

Konsep pengembangan KEK Singhasari diusung Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama David Santoso yang juga pengembang Singhasari Residence. ”Bila dewan KEK menetapkan Singhasari sebagai kawasan khusus, ini akan menjadi yang pertama di Jawa Timur dan Kabupaten Malang yang memulainya,” sambung Dadang.

 

Selama enam bulan ke depan akan terus dilakukan koordinasi dan perbaikan terkait feasibility study (FS), kelengkapan administrasinya serta bisnis plannya. Hal itu akan terus dievaluasi dewan KEK. Kalau DN KEK bilang perbaiki maka harus diperbaiki. Kalau dibilang mundur, maka ya mundur. Harus tunduk pada keputusan DN KEK. ‘’Kami dari Kemenpar akan memberikan pendampingan terus menerus,’’ ujarnya.

 

Dadang sendiri optimistis bahwa KEK Singhasari bakal sesuai harapan bersama. Apalagi yang support banyak sekali. Ada Pemda Malang, Pemda Jatim, ITDC. ‘’Nah wow nya KEK Singhasari ini sekarang sedang dimatangkan. Pasti ada sesuatu yang istimewa nantinya,’’ ujarnya.

 

Lebih jauh Dadang mengatakan, KEK Singhasari menariknya adalah budayanya. Karena kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia itu 60 persen karena daya tarik budayanya ‘’kata orang Eropa, kok kami beda dengan orang Indonesia, itu karena budayanya,’’ katanya.

 

Menurut Dadang, orang Eropa ke Indonesia karena tata krama, tradisinya, kulinernya. Ada kegiatan-kegiatan budaya yang disukai para wisman.  Untuk itulah KEK Singhasari harus mengangkat budaya. ‘’Kalau alam lagi, alam lagi, kan tidak ada bedanya dengan wisata alam yang lain. Jadi yang ditampilkan di KEK Singhasari ini merevitalisasi sejarah di Jatim dengan adanya kerajaan di Singhasari. Dan itu ada di Malang. Singhasari melahirkan kerajaan Majapahit,’’ jelasnya.

 Dijelaskannya, Kabupaten Malang bila mau berkembang harus upragde.  Apa atraksi atraksi yang bisa dikembangkan untuk menambah jumlah turis ke depannya. Kalau hanya Bromo lagi Bromo lagi, berarti tidak ada kemajuan di Pariwisata Kabupaten Malang.

 Nah karena ada pengusaha di Kabupaten Malang, menyediakan tanahnya untuk mengembangkan untuk KEK dengan tematik budaya Singhasari, maka pemerintah tinggal mendorong dan membantunya.  ‘’Jarang lho KEK mengambil nama dari budaya dan sejarah masa lalu. Seperti KEK Morotai dan Tanjung kelayang itu nama tempat. Tapi Singhasari, itu punya historis yang panjang. Peninggalannya masih bisa dilihat, Ini sangat menjual,’’ pungkasnya.(mik/JPG)

 

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up