Tarik Wisatawan Global, Menpar Perkuat Destinasi Wisata Kuliner

10/04/2018, 11:05 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam konferensi pers menjelang pelaksanaan event Festival Jajanan Bango. (Istimewa)
Share this image

JawsPos.com - Agar kebudayaan dan warisan leluhur tidak diklaim negara lain, tentunya masyarakat Indonesia harus bersikap aktif untuk menjaga. Termasuk kekayaan masakan nusantara yang terkenal dengan cita rasa rempah yang menggoyang lidah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak semua rakyat untuk menghargai menu bangsa sendiri. 

"Nanti kita mencak-mencak kalau makanan kita diambil negara tetangga. Rendang diklaim Malaysia nanti marah-marah tapi yang kita punya enggak diapa-apain. Memang gitu sifat kita merasa memiliki atau menyesal kalau sudah kehilangan," katanya dalam konferensi pers menjelang Festival Jajanan Bango, Senin (9/4).

Arief menjelaskan hampir 40 persen kunjungan wisata turis domestik dihabiskan untuk wisata kuliner. Maka, ada 3 kota yang dipilih menjadi destinasi wisata kuliner untuk menghargai menu di daerah tersebut.

"Akhirnya kita putuskan destinasi kuliner kita punya Bali, Bandung, dan Jogjakarta karena sangat mewakili Indonesia dan sangat kultural," jelas Arief.

Arief mengatakan Indonesia memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata kuliner yang unggul di tingkat global. Kuliner tradisional masuk dalam kelompok besar wisata budaya (culture) dengan porsi 60 persen.

"Karena daya tariknya sangat tinggi. Untuk mengembangkan wisata ini, Kemenpar telah membentuk Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja dalam rangka mendukung pencapaian target kunjungan," ujar Arief.

Kemenpar menargetkan ada 17 juta wisman dan 270 juta pergerakan wisnus pada tahun ini. Jumlah utu diproyeksikan akan meningkat menjadi 20 juta wisman dan 275 juta wisnus tahun 2019 mendatang.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, sebagai upaya mencapai target kunjungan 17 juta wisman pada tahun 2018, Kemenpar bersama pelaku (industri) pariwisata telah meluncurkan program ViWI (Visit Wonderful Indonesia). Program ini terdiri dari Hot Deals: More for Less, merupakan paket bundling tiket internasional dengan transportasi domestik. Lalu ada 100 Calencer of Event (CoE) Wonderful Indonesia yang digelar dalam satu tahun penuh di seluruh Tanah Air.

Ada pula Digital Destination yang merupakan produk berbasis pengalaman yang dibuat untuk melayani pasar yang aktif di media sosial.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi