Hal Paling Menjengkelkan Kala Wisata, Kecanduan Ponsel hingga Berisik

04/08/2018, 18:00 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Ilustrasi pergi berwisata. (HelloDoktor)
Share this image

JawaPos.com – Penyedia jasa online travel agency (OTA), Agoda merilis daftar hal-hal menjengkelkan kala berwisata. Caranya dengan meminta pendapat para wisatawan mengenai kebiasaan paling menjengkelkan yang mereka temui ketika berwisata.

Dari daftar tersebut wisatawan yang berisik memperoleh persentase 57 persen dari hal yang menjengkelkan saat berwisata. Sementara wisatawan yang terus bermain dengan ponselnya 47 persen. Kemudian wisatawan yang tidak sensitif terhadap perbedaan budaya 46 persen. Yang terakhir disebutkan itu merupakan kebiasaan buruk wisatawan yang paling menjengkelkan berdasarkan survei Agoda.

Melengkapi 5 daftar tersebut, rombongan tur wisatawan dan pecinta selfie masing-masing mendapat angka 36 persen dan 21 persen.

Ilustrasi, pergi berwisata bersama yang terkasih. (EarthPorm)

Wisatawan Tiongkok anehnya malah paling bisa menerima keberadaan tukang selfie. Hanya 12 persen responden dari Tiongkok yang terganggu oleh mereka, dibandingkan responden dari Australia sebesar 31 persen. Bahkan mereka paling tidak dapat menerima dan menganggap para tukang selfie itu menyebalkan.

Lain lagi bagi wisatawan Singapura dengan angka 63 persen, Filipina 61 persen, dan Malaysia 60 persen yang menganggap ketidakpekaan terhadap perbedaan budaya lokal dianggap dua kali lipat lebih menyebalkan.

Bahkan bila dibandingkan dengan wisatawan Tiongkok alasan tersebut hanya mendapat respon 21 persen dan Thailand 27 persen. Sekitar separuh dari wisatawan Inggris 54 persen dan dua per lima dari wisatawan Amerika dengan persentase 41 persen tidak dapat menerima kebiasaan buruk tersebut.

Bagaimana dengan wisatawan Indonesia? Bagi wisatawan Indonesia, kecanduan ponsel menduduki angka 47 persen yang setara dengan angka ketidakpekaan terhadap perbedaan budaya. Kemudian wisatawan yang berisik sebesar 43 persen merupakan kebiasaan paling menjengkelkan.

Anak muda Indonseia juga paling tidak bisa menerima ketidakpekaan terhadap perbedaan budaya. Setengah dari seluruh wisatawan usia 18 hingga 24 tahun menganggapnya sebagai hal menjengkelkan. Namun penerimaan semakin besar seiring bertambahnya usia. Usia 55 tahun atau lebih merupakan kelompok yang paling dapat menerimanya.

Wisatawan Indonesia berusia 55 tahun ke atas menganggap kecanduan ponsel dan selfie tidak begitu menjengkelkan dibandingkan kelompok usia lainnya.

Sekadar informasi, hampir separuh (47 persen) responden global mengeluhkan wisatawan yang menghabiskan banyak waktu pada ponselnya. Wisatawan asal Vietnam (59 persen) menganggap bahwa orang yang terus bermain dengan ponsel itu menjengkelkan. Namun sebaliknya, wisatawan asal Thailand (35 persen) paling bisa menerima kebiasaan menggunakan ponsel terus-menerus ketika berwisata.

Secara mengejutkan, wisatawan tunggal menghabiskan waktu hampir dua jam sehari pada ponselnya saat berwisata sendiri (117 menit), atau 15 persen lebih lama dibandingkan saat berwisata dengan teman-teman (100 menit), dan 26 persen lebih lama saat berwisata dengan keluarga (86 menit).

Wisatawan Amerika merupakan pengecualian dari tren ini. Mereka rata-rata menghabiskan sedikit waktu pada ponselnya, baik ketika berwisata sendiri (62 menit), dengan keluarga (66 menit) atau teman-teman (86 menit).

Orang Inggris merupakan wisatawan yang paling kompak saat berwisata. Mereka membatasi waktu untuk bermain ponsel menjadi sekitar satu jam (63 menit) sehari, dibandingkan wisatawan asal Thailand yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari (125 menit) untuk bermain ponsel saat berwisata dengan teman-teman atau keluarganya.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi