JawaPos Radar

Tren Liburan ke Luar Negeri Diprediksi Meningkat pada 2018

02/01/2018, 07:07 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
wisatawan
Ilustrasi: wisatawan (LinkedIn)
Share this

JawaPos.com – Momen liburan Natal dan tahun baru masih terasa. Tahun 2017 lalu tercatat bahwa tren pariwisata tengah bergeser. Yakni semakin banyak orang Indonesia yang pergi berlibur ke luar negeri. Hal itu tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kemajuan teknologi yang membuat aktivitas seseorang kini menjadi semakin mudah. Termasuk memperoleh tiket pesawat, hotel, informasi perjalanan dan lainnya.

Manajer Hubungan Masyarakat Traveloka Busyra Oryza mengatakan, tren wisatawan lokal menuju mancanegara saat tahun 2017 lalu mengalami peningkatan yang signifikan. “Untuk liburan Natal dan perayaan malam Tahun Baru 2018 tercatat fenomena yang unik,” jelas Busyra.

Meski data berupa angka belum dapat dihitung secara rinci, namun dia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2017 dari awal bulan hingga akhir, tercatat kenaikan yang signifikan dari orang Indonesia yang membeli tiket pesawat maupun reservasi hotel di luar negeri.

wisatawan
Ilustrasi (LinkedIn)

“Tercatat trennya mulai berubah. Kalau dulu orang Indonesia ke luar negeri paling jauh hanya Singapur dan Bangkok. Kini sudah lebih jauh lagi meskipun masih di wilayah Asia seperti Jepang, Tiongkok, Korea, dan Hongkong,” tutur Busyra.

Dia mengungkapkan, ada juga yang sampai ke Benua Amerika dan Eropa, namun masih didominasi oleh wilayah Asia saja. Busyra juga memprediksi bahwa tahun 2018 ini akan semakin banyak lagi jumlah wisatawan lokal yang pergi keluar negeri.

“Sepertinya untuk tahun depan (2018) akan ada peningkatan yang lebih terlihat. Saat ini saja kurang lebih sudah mencapai 50 persen lebih, itu masih hitungan kasar ya. Sekarang pergi ke luar negeri jadi semakin mudah ko,” terang Busyra.

Dia menjabarkan bahwa total unduhan aplikasi booking Traveloka di tahun 2016 lalu tercatat hingga bulan Desember mencapai 10 Juta unduhan. Sementara pada 2017 hingga bulan Desember meningkat hingga 2 kali lipat yakni 30 Juta unduhan. Hal itu secara otomatis berbanding lurus dengan meningkatnya penggunaan aplikasi tersebut.

“Kita optimis, Tahun depan (2018) pasti meningkat tajam,” pungkas Busyra.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up