JawaPos Radar

Soto Jadi Kandidat Kuat Ikon Kuliner Indonesia, Ini Tanggapan Warga

01/10/2017, 11:00 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
soto, kuliner khas indonesia, resep soto
Ilustrasi salah seorang karyawan Soto Lamongan Warung Oro-Oro Dowo Malang sedang menyiapkan soto kepada pembeli. (Radar Malang)
Share this

JawaPos.com - Soto diusulkan Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai kandidat kuat ikon kuliner Indonesia. Jika terpilih, soto akan menjadi bagian dari duta pariwisata Indonesia. Lantas, apakah masyarakat setuju menjadikan soto sebagai ikon kuliner Indonesia? JawaPos.com bertanya kepada beberapa masyarakat.

 

Deni, 25, mengaku tidak setuju dengan usulan tersebut. Menurutnya, nasi goreng dan nasi padang (mewakili rendang) lebih cocok dijadikan ikon kuliner Indonesia.

 

Menurut pria yang tinggal di Bali itu, wisatawan mancanegara yang datang ke pulau seribu pura itu lebih mengenal nasi goreng dan nasi padang. "Rata-rata bule lebih kenal nasi goreng dan padang kalau ke sini (Bali)," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (30/9).

 

Senada dengan Deni, Giri Hartono, 23, juga mengaku lebih tepat menjadikan nasi goreng sebagai ikon kuliner Indonesia. Menurutnya, nasi goreng cocok dijadikan ikon karena sering menjadi menu sarapan pagi.

 

Selain itu, nasi goreng juga kuliner yang bisa di variasikan ke dalam banyak jenis. Apalagi, sekelas mantan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama sangat keranjingan dengan nasi goreng.

 

"Di Indonesia, setiap hari banyak yang makan nasi goreng. Dan semua orang suka nasi goreng termasuk mantan presiden Barrack Obama. Apalagi makanannya bisa di variasikan. Makanya ada nasi goreng seafood, nasi goreng bakso sampe nasi goreng rendang," jelas dia.

 

Sementara itu, Via, 23, mengaku lebih cocok menjadikan rendang sebagai ikon kuliner Indonesia. Selain karena cita rasanya, aroma rendang juga dinilai sangat menggugah selera.

 

"Rasanya enak, aromanya itu bikin laper. Dan memang sudah dikenal banget kan," kata dia.

 

Terakhir, Nuranisa Hamdan, 27, justru mengaku setuju jika soto dijadikan sebagai ikon kuliner Indonesia. Alasannya, soto memiliki berbagai jenis ragam di daerah masing-masing.

 

Sebut saja seperti Soto Lamongan, Soto Betawi, Soto Kudus, Soto Bogor, sampai soto Madura. Hal itulah yang dinilai layak mewakili keanekaragaman Indonesia.

 

"Saya setuju, karena soto banyak banget di tiap daerah, meskipun varian tergantung daerah. Tapi artinya soto itu disukai dan diterima lidah masyarakat Indonesia. Ketimbang rendang yang cuman ada di Padang, Bakso di negara lain juga punya, nasi goreng tuh tidak terlalu mewakili menurut gue, itu lebih ke experimen aja," terangnya. Nah, bagaimana pendapat anda s

(cr4/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up