JawaPos Radar

5 Sutradara Garap Film Bertema Pancasila

31/01/2018, 10:13 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Lola Amaria garap film LIMA
Lola Amaria (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Sutradara sekaligus produser Lola Amaria segera menghadirkan karya terbaru. Tahun ini, dia memastikan bakal kembali menggarap sebuah film yang telah mulai dikerjakan.

Dalam film anyarnya ini, Lola Amaria mencoba mengangkat tema film dengan nuansa sosial dan edukasi lewat judul LIMA. Menurutnya, film ini terinspirasi dari Pancasila yang menjadi landasan negara.

Lewat film ini, dia ingin menghadirkan lima cerita yang berkaitan dengan sila-sila yang terkandung. Menariknya lagi, lima cerita itu nantinya disutradarai oleh lima orang berbeda dengan ceritanya masing-masing.

Pancasila
Lambang Pancasila (dok.JawaPos.com)

"LIMA ini menarik karena suatu film utuh yang disutradarai 5 orang dengan 5 cerita. Temanya Pancasila dari sila satu sampai lima, ini enggak putus di satu film," kata Lola Amaria lewat keterangannya kepada JawaPos.com, Selasa (31/1).

Sutradara yang terlibat dalam film ini adalah Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Lola Amaria, Harvan Agustriansyah, dan Adriyanti Dewanto.

Namun, Lola mengatakan bahwa secara teknis film LIMA bukanlah film omnibus. Melainkan, film dengan lima cerita utuh yang saling berkesinambungan meski digarap dengan lima sutradara berbeda-beda. Masing-masing cerita akan mengemukakan intisari dari sila yang terkandung dalam Pancasila.

"Film ini berusaha untuk mendekatkan ke sana, Pancasila itu bukan untuk dihafal, tapi bagaimana Pancasila dipakai dalam kehidupan sehari-hari yang dekat dengan kita, keluarga, dan tempat kerja," jelas Lola Amaria.

Film LIMA bercerita soal Fara, Aryo, dan Adi yang baru saja kehilangan ibu mereka, Maryam. Tidak cuma ketiga anaknya, Ijah, sang asisten rumah tangga juga kehilangan Maryam.

Konflik timbul mengenai cara Maryam dimakamkan. Maryam adalah seorang muslim, sementara dari ketiga anak, yang muslim juga cuma Fara. Namun, akhirnya segala sesuatu terselesaikan dengan damai.

Masalah lalu berkembang ke anak-anak Maryam setelah ditinggalkan. Adi yang kerap di-bully suatu ketika harus menyaksikan peristiwa yang tidak berperikemanusiaan. Adi berusaha membantu semampunya, walaupun untuk itu ia harus berhadapan dengan Dega, teman sekolah Adi yang kerap mem-bully Adi.

Sementara Fara menghadapi masalahnya sendiri di pekerjaannya sebagai pelatih renang. Menentukan atlet yang harus dikirim ke Pelatnas dengan tidak memasukkan unsur ras ke dalam penilaian. Dia menghadapi tantangan dari pemilik klub. Padahal, para muridnya yang notabene adalah remaja tidak pernah mempermasalahkan warna kulit mereka.

Lalu Aryo, sebagai anak kedua dan lelaki tertua di keluarganya, sepeninggal Maryam, harus menjadi pemimpin ketika masuk ke wilayah persoalan warisan yang ditinggalkan Maryam.

Sementara Ijah juga memiliki masalahnya sendiri. Dia terpaksa pulang kampung untuk menyelamatkan keluarganya sendiri. Menuntut keadilan yang seringkali tak mampir ke orang kecil seperti dirinya.

Pada akhirnya, keluarga campursari ini cuma butuh kembali ke lima hal paling dasar yang menjadi akar mereka, yakni Tuhan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan.

Dari segi pemain, film LIMA menggandeng sejumlah nama seperti Prisia Nasution, Tri Yudiman, Baskara Mahendra, Yoga Pratama, Dewi Pakis, dan lainnya. Proses syuting film tersebut mulai dilaksanakan pada 4 Februari dan direncanakan tayang 1 Juni 2018 mendatang.

(ded/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up