alexametrics

Ada Kelabang dan Manusia Tanpa Kepala di Trailer ‘Ratu Ilmu Hitam’

30 September 2019, 22:10:34 WIB

JawaPos.com – Film ‘Ratu Ilmu Hitam’ yang populer diperankan oleh Suzanna pada 1981 kini digarap lagi dengan versi kekinian oleh Sutradara Kimo Stamboel dan Penulis Skenario Joko Anwar. Namun meski memiliki judul yang sama, cerita yang akan diangkat berbeda dengan film sebelumnya.

Namun ada beberapa persamaan yang ingin dimunculkan. Yakni kelabang yang menjalan ditubuh manusia hingga kepala buntung. Kedua scene tersebut merupakan bagian ikonik dari film ‘Ratu Ilmu Hitam’ pada 1981.

“Konsep 1981 itu kan ikonik banget ya sampai dikenang masyarakat sampai masuk nominasi Piala Citra. Jadi dari trailernya semoga bisa bikin penasaran. Ceritanya beda dari film sebelumnya. Semoga bisa mendapat fans-fans horor dari Indonesia ya,” jelas Sutradara Kimo Stamboel dalam konferensi pers, Senin (30/9).

Dalam trailer berdurasi 1:54 menit, terlihat beberapa adegan yang mempertontonkan kengerian. Diawali dengan kedatangan satu keluarga ke sebuah panti asuhan. Keluarga tersebut adalah Hanif (diperankan oleh Ario Bayu) membawa Nadya (Hannah Al Rashid) istrinya dan ketiga anak mereka ke panti asuhan tempat Hanif dulu dibesarkan.

Dua sahabat Hanif saat tinggal di panti, yakni Tanta Ginting dan Miller Khan juga datang bersama istri-istri mereka. Namun tiba-tiba keluarga itu diteror oleh santet ilmu hitam yang masih menjadi bagian dari kisah di panti itu. Malam itu begitu mencekam bagi keluarga tersebut dari mulai teror kelabang hingga serangga yang menyerang sejumlah anggota keluarga. Ada pula sosok manusia tanpa kepala dan bus yang berisi anak-anak panti asuhan yang digambarkan sudah meninggal dunia.

Dalam peluncuran trailernya, Senin (30/9), ternyata para pemainnya juga belum menonton trailernya. Begitu juga dengan pemain lainnya seperti Hannah Al Rashid dan Zara JKT 48. Mereka pun belum menonton trailernya sebelumnya. “Syutingnya seru banget dan ternyata keren banget hasilnya,” kata Zara JKT 48.

Film ‘Ratu Ilmu Hitam’ versi 2019 mengusung konsep baru dan mengambil sudut pandang lain.  Perpaduan Kimo dan Joko akan membawa perspektif baru kepada film ‘Ratu Ilmu Hitam’. Cerita yang digarap akan terasa segar karena disesuaikan dengan keadaan masa sekarang. ‘Ratu Ilmu Hitam’ siap meneror penonton horor Indonesia.

Kimo menjanjikan bahwa film ini akan berbeda dari versi sebelumnya. Selain itu, seperti yang terlihat di trailer, banyak sekali kejutan menanti penonton film horor Indonesia. Teror yang diberikan benar-benar pas untuk ukuran Indonesia. Terutama karena film ini mengusung santet dengan bermacam variasinya.

Film ‘Ratu Ilmu Hitam’ dijadwalkan tayang pada 7 November 2019. Sejumlah pemain yang terlibat antara lain Ario Bayu, Hannah Al Rashid, Imelda Therinnc, Miller Khan, Tanta Ginting, Salvita DeCorte, Zara JKT48, Ade Finnan Hakim, Ruth Marini, Yayu Unru, Putri Ayudya, Shenina Cinnamon, Giulio Parengkuan, Gisellma Firmansyah, Sheila Dara Aisha, Muzakki Ramdhan, serta Ari Irham.

Sejarah Ratu Ilmu Hitam 1981

‘Ratu Ilmu Hitam’ versi tahun 1981 cukup ikonik karena dianggap salah satu fllm horor terbaik yang pernah ada. Film ini diakui oleh Festival Film Indonesia dan meraih lima nominasi untuk aktris terbaik (Suzanna), pemeran pembantu terbaik (W.D. Mochtar), penyunting tcrbaik, penata artistik terbaik, dan sinematografl terbaik dalam Festival Film Indonesia 1982.

Bukan hanya dalam negeri, film ini juga merupakan salah satu film horor Indonesia yang dikenal secara internasional. Di Amerika film ini diberi judul ‘Queen of Black Magic’, lalu di Francis diberi nama ‘Exorcisme Noir’ juga dirilis di beberapa negara lain seperti Spanyol, dan beberapa negara Eropa lainnya.

Setahun sebelumnya, Rapi Films membuat ulang fllm ‘Pengabdi Setan’ yang mempunyai status cult yang sama seperti ‘Ratu Ilmu Hitam’. Kedua fllm ini diharapkan dapat membuka lagi mata generasi muda terhadap katalog fllm-fllm horor Rapi Films yang telah memperkaya khazanah dunia horor Indonesia. Film ‘Ratu Ilmu Hitam’ tayang mulai 7 November 2019 di bioskop seluruh Indonesia.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads