alexametrics

Menulis Hingga di Kuburan, Joko Anwar Bercerita Kesulitan Film Gundala

29 Oktober 2018, 08:00:11 WIB

JawaPos.com – Selain duduk di kursi penyutradaraan, Joko Anwar juga bertindak sebagai penulis skenario film Gundala. Proses alih wahana dari komik ke layar lebar jelas tidak mudah. Hal itu diakui sutradara film Pengabdi Setan itu.

Menurut Joko, bagian tersulit adalah membuat cerita Gundala menjadi relevan dikonsumsi masyarakat sekarang. Karena komik Gundala Putra Petir karya Harya Suryaminata alias Hasmi beredar di pasaran pada akhir 60-an.

“Tantangan paling besar adalah meng-update cerita Gundala menjadi cerita yang sensibilitasnya harus cocok dengan society zaman sekarang,” tutur Joko ditemui di Indonesia Comic Con 2018, JCC Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (28/10).

joko anwar, film baru joko anwar, film gundala,
Joko Anwar bersama para pemain film 'Gundala' di Indonesia Comic Con 2018, JCC, Minggu (28/10). (Yuliani NN/JawaPos.com)

Selain itu, penulisan skenario Gundala juga tidak semudah menulis film-film sebelumnya. Joko harus dalam kondisi pikiran tenang dan mood yang baik untuk menulis.

“Kedua, gimana saya harus bisa bikin cerita yang kuat juga. Ini satu film yang skenarionya paling susah dari yang pernah saya kerjakan, sangat susah sampai nulis harus dalam kondisi sangat tenang,”lanjutnya.

Sutradara berusia 42 tahun itu pun mengatakan  untuk mendapatkan ketenangan, dia harus mengasingkan diri dan menyepi. Bahkan untuk menulisnya saja sampai di kuburan.

“Kalau nggak di museum saya nulis di kuburan. Setelah empat bulan akhirnya jadi skenario ini,” tukasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : (yln/JPC)

Copy Editor :

Menulis Hingga di Kuburan, Joko Anwar Bercerita Kesulitan Film Gundala