alexametrics
Sumpah Pemuda 2018

Sheryl Sheinafia-Marion Jola: Sama-Sama Lalui Tempaan

28 Oktober 2018, 07:30:27 WIB

Aktivis asal India Kailash Satyarthi pernah menulis bahwa tidak ada ruas dalam masyarakat yang bisa menyaingi kekuatan, antusiasme, dan keteguhan hati para pemuda. Satyarthi benar. Karena itulah semangat Sumpah Pemuda seharusnya terus mengilhami Indonesia.

Pads edisi khusus Sumpah Pemuda 2018 hari ini, Jawa Pos mengangkat beberapa cerita tentang para pemuda yang berada dalam gelanggang yang sama, tetapi kebetulan memiliki pandangan, sisi, dan keberpihakan yang berbeda. Walau begitu, mereka sepakat bahwa bangsa InI adalah yang utama. Para pemuda ini mungkin bisa menjadi inspirasi. Bahwa kita bisa saja berbeda, tetapi tetap satu jua. Indonesia! Artikel ketiga, dari Sheryl Sheinafia dan Marion Jola.

Sheryl Sheinafia-Marion Jola: Sama-Sama Lalui Tempaan
Sheryl mencari jalan sendiri sampai bisa masuk industri musik. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Zaman sekarang, banyak cara untuk menjadi terkenal. Pakai jalur konvensional, membagikan demo musik ke label-label, atau membagikan karya lewat media sosial. Bisa juga pakai cara yang lebih cepat: ikut pencarian bakat.

ENTAH ’’pintu’’ mana yang akan dilewati, semuanya sama-sama butuh perjuangan, kemampuan, dan kemauan untuk menjadi lebih baik. Dua anak muda ini, Sheryl Sheinafia, 21, dan Marion Jola, 18, boleh dibilang sukses. Keduanya dikenal sebagai penyanyi dengan karya yang bagus dan penggemar yang loyal. Sheryl dan Marion menempuh jalur yang berbeda untuk menjadi sosok seperti sekarang. Sheryl mencari jalan sendiri sampai bisa masuk industri musik. Sementara itu, Marion bergabung dengan ajang pencarian bakat.

Buat Sheryl, dirinya memang bukan tipe yang berambisi ikut talent search. ’’Aku lebih suka ikut kompetisi jangka pendek aja sih daripada talent search,’’ kata pemilik lagu Fix You Up itu saat ditemui Jawa Pos Sabtu (20/10). Kemampuan bermusik dan bernyanyi dipelajari secara otodidak. Pelantun Kutunggu Kau Putus itu sering berlatih sehingga bisa menjadi penyanyi seperti sekarang.

Tanpa mengikuti ajang pencarian bakat, Sheryl terbukti bisa berkembang. Dengan perjuangannya sendiri, perempuan yang jago main gitar itu belajar mengenai pentingnya sebuah proses dan tantangan untuk sukses. Dia menjadi tahu cara membuat lagu, memainkan alat musik dengan benar, menjalin relasi dengan label rekaman, dan membentuk koneksi untuk berkembang. ’’Aku terlatih untuk tahan banting dan menikmati setiap fase,’’ ungkapnya.

Meski begitu, Sheryl respek pada ajang pencarian bakat dan alumninya. Mereka, peserta ajang pencarian bakat, punya kesempatan lebih untuk belajar membangun mental di panggung. ’’Mereka harus tahan dengan berbagai hal, misalnya hujatan netizen,’’ kata mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Bina Nusantara tersebut.    

Berbeda halnya dengan Marion Jola. Cewek yang baru saja lulus dari SMA Kristen Mercusuar Kupang itu sukses debut setelah mengikuti ajang Indonesian Idol 2018. Lewat ajang itu, Marion punya kesempatan untuk mengasah dan memoles bakatnya ke level yang lebih tinggi. Prosesnya pun lebih cepat jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengikuti talent search.

Meski lewat ’’jalan pintas’’ masuk ke dunia hiburan, Marion mengungkapkan bahwa peserta talent search punya perjuangan tersendiri. Dia harus cepat beradaptasi dengan gaya hidup ala selebriti. Pekerjaan yang menumpuk dan jadwal yang nyaris tanpa jeda. Dia juga harus terbiasa bekerja secara profesional meskipun belum resmi debut. Sebab, dia sudah disorot dan dikenal orang.

Selain itu, tantangan Marion sebenarnya adalah setelah ajang tersebut. Dia (dan mereka yang menjadi alumni ajang pencarian bakat jenis apa pun) harus membuktikan diri bahwa mereka bukan bintang karbitan alias gampang terlupakan. ’’Kami harus bisa mempertahankan karir dengan tetap produktif,’’ ucapnya kepada Jawa Pos Selasa (23/10).  

Berhasil sukses dari talent search tidak lantas membuat Marion gede rasa. Dia tetap mengagumi para artis atau musisi yang memulai semua dari nol. ’’Semua orang bisa jadi hebat itu prosesnya pelan-pelan. Caranya memang berbeda-beda,’’ kata Top 6 Indonesian Idol 2018 itu.

Walaupun berbeda jalur, Sheryl dan Marion saling respek. Mereka sepakat artis talent search dan non-talent search sama-sama berjuang dengan cara sendiri. Sheryl pun kagum kepada Marion. Menurut dia, Marion punya mental yang tangguh. ’’She has amazing and beautiful personality, dengan segala kesuksesan, perjuangan, dan rintangan yang dia hadapi dan alami,’’ kata Sheryl mengenai Marion.  

Sebaliknya, Marion mengapresiasi persistensi Sheryl meniti karir tanpa bantuan talent search. Dia menyebut Sheryl adalah inspirasinya. ’’Dia bisa memikirkan semua karyanya dengan baik dan sungguh-sungguh,’’ kata Marion tentang Sheryl. Dia kagum dengan cara bermusik Sheryl yang selalu penuh inovasi.

Sekarang, setelah sama-sama sukses, Sheryl dan Marion punya tantangan yang sama. Yakni, selalu berkarya. Persaingan di dunia hiburan akan selalu ada. Karena itulah, alih-alih saling menjatuhkan, fokus untuk berkarya adalah prioritas agar bisa tetap bersinar.

Sheryl Sheinafia-Marion Jola: Sama-Sama Lalui Tempaan
Marion Jola merupakan penyanyi jebolan ajang pencarian bakat. (Marion Jola for Jawa Pos)

Anak Muda, Ayo Kerja Keras

MESKI masuk industri musik lewat ’’pintu’’ yang berbeda, Sheryl Sheinafia dan Marion Jola tetap punya kesamaan. Muda, berbakat, dan terkenal. Keduanya mampu membuktikan bahwa kaum muda bisa bersinar di bidang hiburan.

Terbaru, Marion dan Sheryl sama-sama sukses di pergelaran Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2018 bulan lalu. Sheryl diganjar AMI Awards untuk kategori Karya Produksi Kolaborasi Terbaik lewat lagunya yang dibawakan bareng Rizky Febian dan Chandra Liow, Sweet Talk. Marion menang di kategori Pendatang Baru Terbaik Terbaik.

Keduanya sepakat, kerja keras adalah hal yang membuat mereka bisa meraih capaian saat ini. Membangun karir lewat jalur konvensional dimulai dengan kerja keras. Begitu pun lewat ajang pencarian bakat. Harus dimulai dengan kerja keras.

Sheryl dan Marion sama-sama melalui masa sulit dan pantang menyerah menggapai impian menjadi penyanyi. Lewat perjuangannya, mereka ingin agar anak muda bekerja keras kalau mau mewujudkan impian.

Meski baru memulai karir sebagai penyanyi, Marion sudah terbiasa bekerja keras. ’’Tiap hari (kerja keras) karena yakin pasti ada hasilnya,’’ ujar perempuan yang pernah menjadi model tersebut.

Lewat kerja kerasnya, top 5 Indonesian Idol 2018 itu ingin menunjukkan bahwa dirinya mampu berkarya.

Sementara itu, bagi Sheryl, rasa penasaran merupakan aset kaum muda untuk sukses selain kerja keras. ’’Rasa penasaran selalu membuat kita mencoba atau mengeksplorasi banyak hal,’’ kata pelantun Kedua Kalinya tersebut.

Mumpung masih muda, waktu yang ada harus dimanfaatkan untuk menggali bakat dan potensi diri di berbagai bidang. Di samping memiliki etos kerja yang baik, keberanian menjadi modal bagi Marion dan Sheryl untuk maju. Artinya, selagi masih muda, jangan takut berekspresi dan belajar hal-hal baru. Masa muda adalah kesempatan untuk menempa diri dengan banyak ilmu dan pengalaman.

Setelah sukses sebagai penyanyi, Sheryl dan Marion sudah punya target ke depan. Marion ingin mulai memproduksi album perdananya. Sheryl ingin mengembangkan bakat akting dan membentuk tim manajemen sendiri.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : (len/c19/jan)

Sheryl Sheinafia-Marion Jola: Sama-Sama Lalui Tempaan