JawaPos Radar

Dapat Rating Dewasa, Lola Amaria Mediasi dengan Lembaga Sensor Film

28/05/2018, 13:50 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Dapat Rating Dewasa, Lola Amaria Mediasi dengan Lembaga Sensor Film
Suasana mediasi film Lima dengan LSF di Ruang Rapat Pleno, Gedung Film, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (28/5). (Dedi Yondra/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Film Lima bakal tayang mulai 1 Juni 2018 mendatang di bioskop tanah air. Dalam peredaran nanti, film garapan sutradara sekaligus produser Lola Amaria itu mendapat rating dewasa alias hanya bisa ditonton 17 tahun ke atas oleh Lembaga Sensor Film (LSF).

Ketentuan tersebut ternyata menimbulkan perbedaan pendapat. Pihak produksi berharap film Lima justru bisa ditonton generasi muda Indonesia, termasuk di bawah 17 tahun. Sebab film tentang nilai-nilai Pancasila ini dibutuhkan oleh generasi muda.

Demi menjabarkan perbedaan pandangan ini, Lola Amaria beserta 38 Komunitas yang tergabung dalam Pancasila untuk Generasi Muda hari ini (28/5) melakukan mediasi dengan Lembaga Sensor Film (LSF).

Dalam mediasi, Lola Amaria juga didampingi oleh tiga anggota Komisi I DPR, yakni Charles Honoris (PDIP), Dave Laksono (Golkar), dan Arvin Hakim Thoha (PKB). Ahmad Yani Basuki sebagai Ketua LSF turut hadir dalam mediasi yang dilaksanakan di Ruang Rapat Pleno, Gedung Film (Kantor LSF), Pancoran, Jakarta Selatan.

Hingga berita ini ditulis, mediasi terus berlangsung. Kedua pihak masih saling menjabarkan pandangan masing-masing tentang film Lima

Seperti diketahui, sutradara berbakat, Lola Amaria resmi memperkenalkan film terbarunya berjudul Lima. Baginya karya kali ini sangat berarti, sebab bercerita tentang kehidupan Pancasila.
Lola Amaria mengatakan bahwa membuat film Lima sangat menantang baginya. Alasannya dirinya sempat mengalami beberapa kesulitan, apalagi penerapan Pancasila ke dalam bentuk cerita dinilainya sangat kompleks.

"Tidak mudah memaknai Pancasila ke bentuk visual, cukup kompleks untuk dikupas jika tidak dilihat secara menyeluruh. Maka saya riset dan konsultasi dulu pada ahlinya seperti Pak Yudi Latif dan beberapa tokoh NU," kata Lola Amaria kepada JawaPos.com, baru-baru ini.

Menariknya, perempuan 40 tahun itu tidak sendiri dalam menggarap film Lima. Ada empat sutradara lain yang dilibatkan karena kebutuhan. Cerita dalam film tersebut berkisah antara lain (Ketuhanan Yang Maha Esa) digarap oleh sutradara Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti kebagian sila kedua (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab).

Adapun Lola Amaria sendiri menggarap sila ketiga (Persatuan Indonesia), Harvan Agustriansyah bertugas menggarap sila keempat (Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan). Sedangkan sila kelima (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia) disutradarai oleh Adriyanto Dewo.

Lima sutradara dalam film ini akan membuat satu cerita yang menyatu. Pekerjaan masing-masing akan disatukan oleh editor. Sehingga konsep ini  tidak membingungkan dan menyulitkan pemain.

Selain Prisia Nasution, film Lima sendiri dibintangi oleh banyak pemain. Di antaranya, Tri Yudiman, Baskara Mahendra, Yoga Pratama, Dewi Pakis, Aji santosa, Eliza, Alvin Adam, Raymond Lukman, Gerdi Zulfitranto, Willem Bevers, Rangga Djoned, Aufa Assagaf, Ade Firman Hakim, Sapto Soetardjo, Ella Hamid, Kiki Narendra, Ravil Prasetya, Warman Nasution, dan lainnya.

(ded/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up