alexametrics

Masa Depan Film Rilisan OTT Tumbuh Berdampingan dengan Bioskop

26 Oktober 2021, 18:48:29 WIB

SEJAK pandemi terjadi hampir dua tahun lalu, layanan streaming menjadi kian populer. Salah satunya Disney+ Hotstar yang telah satu tahun hadir di Indonesia. Bahkan, tayangan di layanan streaming kini mampu bersaing di ajang penghargaan bergengsi seperti Emmy dan Oscar Awards. Berikut chit-chat bersama Jessica Kam-Engle selaku head of content & development, The Walt Disney Company, Asia-Pasifik, dan Vineet Puri selaku general manager The Walt Disney Company Indonesia.

Bioskop konvensional kembali dibuka, bagaimana masa depan layanan streaming?

Jessica: Aku pikir ini masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di pandemi ini. Aku pikir orang-orang masih suka menghabiskan waktu di rumah. Itu adalah waktu yang baik bagi kami untuk merilis Disney+ di seluruh Asia. Orang-orang masih pergi ke bioskop untuk melihat film besar. Tapi, mereka masih menonton TV juga.

Vineet: Aku setuju dengan Jessica. Perlahan bioskop mulai dibuka. Beberapa pekan lalu, kami merilis Black Widow di bioskop dan sangat sukses. Kita juga bisa menonton Shang-Chi dan Jungle Cruise di bioskop. Jadi, aku bisa bilang bahwa secara global ekosistemnya akan hidup berdampingan. Orang-orang tetap akan ke bioskop. Tapi, melihat gambaran audiens, terutama di Indonesia, mereka tetap ingin melihat sesuatu dengan private dan mengutamakan keselamatannya.

Bagaimana Disney+ Hotstar melihat pasar Indonesia?

Vineet: Di Indonesia, entah itu film, bisnis produksi konsumer, atau kanal TV, kami punya banyak fans loyal. Misalnya, fans Marvel dan Star Wars. Indonesia sangat penting bagi kami. Kami menambahkan beberapa konten Asia. Misalnya, dari Jepang, Korea, dan Tiongkok. Kami juga sangat bersemangat dengan konten lokal. Kami baru saja mengumumkan tujuh serial.

Jessica: Kemungkinan dari apa pun selalu ada. Tidak ada batas dari apa yang bisa dilakukan. Tapi, sebagaimana kami mulai merilis layanan ini, aku butuh memprioritaskan konten yang lebih penting untuk mengisi objektif bisnis dulu, setidaknya untuk tahun-tahun awal ini. Fokus awal kami adalah mengerjakan serial untuk melengkapi konten yang telah kami miliki. Contohnya, produksi film seperti Star Wars dan Marvel. Sebab, itulah yang membantu menaikkan audiens yang menyukai serial lokal. Juga, hal yang membuat mereka binge-watching adalah series.

Konten Disney+ sudah menembus Oscar dan Emmy Awards. Apa artinya itu?

Jessica: Ini menjadi kesempatan kami untuk membuat lebih banyak konten berkualitas tinggi di Asia-Pasifik. Sebelumnya, konten TV terbatas berdasar negara. Misalnya, show Indonesia hanya untuk masyarakat Indonesia. Hal itu dangkal dan individual. Dengan layanan streaming, semua show bisa go international. Acara Indonesia bisa ditonton lebih dari 100 juta subscriber. Itu membuat banyak filmmaker Indonesia berusaha meningkatkan kualitas produknya.

Vineet: OTT (over-the-top) media service menjadi mainstream sekarang. Fakta bahwa show-nya bisa menggaet banyak penonton dan mencapai Emmys itu menunjukkan kualitas konten yang eligible. Aku sangat senang ketika The Mandalorian memenangkan banyak penghargaan itu.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adn/c18/ayi




Close Ads