alexametrics

Tantangan Religius Acha dan Deva Dalam ’99 Nama Cinta’

23 Oktober 2019, 23:44:23 WIB

JawaPos.com – Film 99 Nama Cinta yang diperankan Acha Septriasa dan Deva Mahenra kental menyajikan unsur religi, drama, dan romansa. Jalan ceritanya menjadi tantangan bagi mereka berdua.

Deva yang berperan sebagai Kiblat dalam film itu banyak mempelajari ilmu agama. Bukan hanya mengaji, tetapi pengetahuan agama secara luas. “Sebenarnya mengaji itu kalau secara harafiah, mengartikannya adalah membaca tapi sebenarnya secara arti luas kamus besar bahasa Indonesia mengaji tidak hanya sekedar membaca tapi memahami. Mengaji yang dimaksud adalah lebih kepda memahami agama lebih jauh,” kata Deva.

Cerita film ini sendiri secara garis besar berkisah tentang penemuan jati diri dan juga mengejar cita-cita. Acha mengaku senang berperan dalam film tersebut karena banyak pelajaran yang bisa dipetik.

“Pada saat saya disandingkan dengan Deva yg anak kyai, perjalanan karakternya disorot penonton. Ini sebuah kesempatan lebih kepada proses belajar lagi,” ungkap Acha.

Sutradara 99 Nama Cinta Danial Rifky menuturkan bahwa film bergenre religi tak harus mengandung hal-hal berbau agama dan erat dengan jargon bahasa Arab. “Dari awal pas diskusi, kita melihat agama itu ketika ditampilkan dalam film, tidak harus mengandung ritual-ritual keagamaan, juga dengan jargon-jargon teknis ke bahasa Arab. Tapi mas Garin Nugroho sebagai penulisnya melihat agama itu harusnya sudah blending ke kehidupan sehari-hari bahkan dalam kisah cinta,” papar Danial.

Film ini menceritakan tentang sosok Talia (Acha) seorang produser sekaligus pembawa acara gosip terkenal. Di tengah kesuksesan dan kepopuleran namanya, ia tiba-tiba dipindah tugaskan untuk memproduseri acara dengan rating rendah, yakni Kuliah Subuh. Hal tersebut membuatnya kian dekat dengan sahabat masa kecilnya, Kiblat.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads