alexametrics

Maestro Indonesia: Inspirasi dari Ciputra dan Sulianti Saroso

23 Januari 2022, 20:48:18 WIB

Dedikasi dan kepedulian tinggi untuk memajukan bangsa menjadi benang merah tema yang diangkat Miles Films dalam episode 5 dan 6 film dokumenter Maestro Indonesia. Ciputra dalam pembinaan bulu tangkis di Indonesia, Sulianti Saroso dalam bidang kesehatan masyarakat. Aktor Nicholas Saputra didapuk sebagai narator.

CIPUTRA lahir pada 24 Agustus 1931 di Parigi, Sulawesi Tengah, dengan nama Tjie Tjien Hoan,” begitu Nicholas Saputra membuka kisah masa kecil Ciputra. Hidup dalam keluarga sederhana sebagai anak ketujuh dari pasangan pedagang kelontong tidak menciutkan tekad anak pesisir itu untuk menjadi orang hebat.

Sosoknya dikenal sebagai pengusaha konstruksi dan properti nasional. Dia merupakan sosok di balik sejumlah bangunan penting di Jakarta, salah satunya Ciputra Artpreneur. Kiprahnya dalam dunia pendidikan dan pengembangan seni Indonesia juga sangat diakui.

Lantas, bagaimana perkenalan Ciputra dengan bulu tangkis? Nico –sapaan Nicholas Saputra– mewawancarai sejumlah tokoh bulu tangkis dan orang dekat Ciputra untuk menggali cerita.

Kecintaan Ciputra pada olahraga telah tertanam sejak kecil. Masa remajanya akrab dengan aktivitas berlari. Hingga dia menjadi atlet lari berprestasi dalam PON 1952 mewakili Sulawesi Utara. Ciputra meyakini, olahraga dapat menghapus segala bentuk diskriminasi. Ketertarikannya terhadap bulu tangkis muncul saat berkuliah di ITB dan menonton atlet-atlet Indonesia merebut Piala Thomas 1958.

Dari situ, Ciputra meyakini bahwa lewat bulu tangkis, nama Indonesia bisa diperhitungkan di dunia. Sampai akhirnya dia menggagas terbentuknya klub bulu tangkis PB Jaya Raya pada 1976.

”Kondisi lapangan masih menyewa di Kuningan, kendaraan cuma motor bebek, belum ada asrama, dan masih minta kok-kok bekas dari pelatnas untuk latihan,” ungkap mantan juara ganda putri Uber Cup dan All England yang kini menjabat Ketua Harian PB Jaya Raya Imelda Wiguna. Selama 46 tahun berjalan, PB Jaya Raya telah berhasil melahirkan atlet-atlet hebat seperti Susi Susanti, Rudy Hartono, Greysia Polii, Apriani, Marcus Gideon, Hendra Setiawan, dan lainnya.

Tokoh berikutnya Profesor Doktor Sulianti Saroso MPH PhD yang dikenal sebagai inspirasi bagi para epidemiolog di Indonesia. Sosoknya dikenang karena terobosan di bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menular serta keluarga berencana (KB). Kini namanya diabadikan dalam Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Produser Mira Lesmana mengatakan, proses produksi dimulai saat pandemi Covid-19 varian Delta merebak di Indonesia. Kondisi itu me-recall memori Mira bahwa Indonesia pernah berada dalam situasi yang sama. Dulu Sulianti merupakan tokoh yang berjasa memberantas wabah cacar di Indonesia. ”Ini bisa jadi refleksi bahwa dulu kita pernah punya sosok yang bisa mengatasi itu (wabah, Red),” tuturnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : shf/c6/nor

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads