alexametrics

Yupi JKT48: Siapa Saja Punya Hak untuk Bisa Maju dan Berkembang

22 Juli 2019, 17:47:21 WIB

JawaPos.com – Minggu, (21/7) menjadi malam yang penuh arti bagi Cindy Yuvia. Konser kelulusannya yang berjudul idol’s decision dari JKT48 berlangsung sukses. Selama sekitar satu jam pertunjukan yang berjalan sejak pukul 19.30, fans dengan semangat meneriakkan chant untuknya. Show terakhirnya sebagai member JKT48 lebih banyak memberikan senyum daripada kesedihan.

Total ada 16 lagu yang dinyanyikan oleh member yang akrab disapa Yupi itu. Lagu berirama cepat dan penuh tenaga mendominasi. Tanpa lelah Yupi menari dan menyanyi di atas panggung. Menjadi tanda bahwa dia masih ingin memberikan yang terbaik di konser terakhirnya.

Namun, yang namanya perpisahan tetap saja membawa perasaan sedih. Meski lagu-lagu ceria banyak dinyanyikan, suasana sendu tetap muncul. Misalnya, saat Yupi menanyanyikan lagu Sasae (Dukungan). Dia mengajak eks member JKT48 generasi kedua yang telah lulus untuk kembali naik ke panggung.

Aura kesedihan sangat kuat terasa. Apalagi, dinyanyikan dengan air mata dan suara sesenggukan menahan tangis. Yupi sebenarnya ingin konser kelulusannya dipenuhi senyuman. Tetapi, air mata yang turun karena meninggalkan tempatnya berkarir selama 7 tahun bukan hal yang aneh.

Puncaknya, saat Yupi membacakan surat kepada penggemar. Surat yang ditulis dalam tiga lembar kertas itu dia bacakan seorang diri di atas panggung. Suasana gelap menambah kuat tiap kata yang dibacakan oleh eks member Tim KIII itu.

Surat perpisahan Yupi tidak sekedar menceritakan tentang terima kasihnya kepada manajemen dan fans yang telah mendukungnya selama ini. Lebih dari itu, Yupi juga menyisipkan kekuatan bagi member atau fans yang pernah punya masalah mirip dengannya: tidak percaya diri dan menjadi sasaran hinaan.

Dari kiri: Feni, Yupi, dan Kapten Tim J Gaby usai konser, Minggu (21/7). Feni menjadi kandidat kuat untuk menersukan tongkat estafet dari Yupi untuk menjadi center Tim J. (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos)

Dalam suratnya, Yupi menceritakan pergulatan hatinya selama ini. Mulai dari tanggung jawab besar yang harus diembannya, hingga tekanan yang terus muncul. Hingga suatu waktu, Yupi menemukan sebuah jalan. Bahwa dia tidak mungkin menggembirakan semua orang.

”Yang membuat aku lebih gentar, aku harus melewati pergumulan ini sendiri. Di usiaku yang sangat muda,” kata Yupi malam itu.

Bagi fans JKT48 yang tidak sempat hadir dalam konser kelulusan Yupi, berikut surat lengkap yang dibacakan olehnya:

Dear all of you,

Pertama-tama, aku ingin mengatakan kalau 7 tahun ini adalah tahun yang sangat berarti bagiku. Surat ini aku tuliskan, bukan untuk membuat kalian bersedih dan berputus asa, tapi ini justru adalah kebahagiaan yang aku bagikan kepada kalian. Luapan kisah hidupku selama 7 tahun bersama JKT48

Menjadi bagian dari JKT48 selama 7 tahun merupakan perjalanan hidup yang tidak akan pernah aku lupakan. Berada di keluarga ini mengajarkanku banyak hal. Senang dan sedih menjadi pelengkap perjalananku di sini. Tantangan demi tantangan ku lewati. Hal-hal baru aku rasakan dan kehangatan keluarga yang aku dapatkan. Semua itu menjadikanku Yupi yang sekarang.

Kalian pasti mengerti bagaimana aku di awal masaku di JKT48. Aku adalah seorang pemalu yang tidak percaya diri. Tidak mudah buatku berada di JKT48. Setiap hari aku harus melawan ketakutanku untuk bisa tersenyum di hadapan kalian semua.

Bahkan, untuk bisa berbicara di depan kamera merupakan sebuah ketakutan buatku. Aku terus berusaha, karena aku ingin menjadi lebih baik, dan bisa memberi kebahagiaan kepada kalian semua di tiap show yang aku jalani. Meskipun banyak tekanan aku hadapi, aku tetap berjuang untuk bisa bertahan.

Aku percaya bahwa siapa saja memiliki hak untuk bisa maju dan berkembang apabila ia berusaha dengan keras dan pantang menyerah. Aku masih teringat jelas ketika JKT48 menunjukku menjadi center di Tim KIII. Antara senang, bingung dan takut menjadi satu.

Cindy Yuvia saat membacakan surat untuk penggemar di konser kelulusan, idol’s decision, Minggu (21/7). (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos)

Di satu sisi, aku senang karena salah satu impianku tercapai. Tapi di sisi lain, aku takut mengecewakan banyak orang. Dan yang membuat aku lebih gentar, aku harus melewati pergumulan ini sendiri. Di usiaku yang sangat muda. Di sini aku menyadari, bahwa aku tidak bisa menyenangkan semua orang. Karena apapun yang manusia lakukan, selalu ada pro dan kontra, dan perspektif yang berbeda.

Seiring berjalannya waktu, aku tumbuh dewasa dan aku pun semakin berani untuk mengeluarkan pendapat dan mengemban tanggung jawab. Hingga pada 2017, aku memberanikan diri untuk jujur dan berkata bahwa aku ingin bisa menjadi center Sousenkyo di periode mendatang.

Tidak mudah untukku berkata demikian. Tapi, seseorang yang ingin maju harus berani mengambil resiko. Dan berkat Tuhan serta dukungan kalian semua, lagi-lagi aku berhasil mewujudkan mimpiku.

Semua hal yang aku ceritakan ini merupakan kebahagiaan yang ingin aku bagikan kepada kalian semua. Dari 7 tahun masa belajarku, aku senang dan bangga. Karena  berkat JKT48, berkat fans dan semua pengalaman yang aku alami, aku berhasil berubah menjadi Yupi yang sekarang. Yang lebih percaya diri. Lebih berani, dan pantang menyerah.

Dengan segala bekal ilmu dan pengalaman yang aku dapatkan di JKT48, aku sudah siap untuk melangkah ke jenjang selanjutnya. Aku merasa sudah saatnya lulus dari sekolah kehidupan ini dan masuk ke jenjang yang lebih dewasa.

Aku tidak akan pernah melupakan perjalananku di JKT48, karena ini adalah salah satu pengalaman terindah yang pernah aku dapatkan di masa remajaku. Segala disiplin, etos kerja dan semangat juang ini akan aku bawa kemanapun aku pergi.

Untuk fans yang selalu mendukung aku, aku berterima kasih sedalam-dalamnya atas dukungan yang selalu kalian berikan di sepanjang karirku di JKT48. Aku juga minta maaf apabila mengecewakan sebagian dari kalian. Sekali lagi, aku tahu, bahwa aku tidak akan pernah bisa menyenangkan semua pihak. Tapi ini adalah keputusanku yang terbaik.

Aku yakin banyak hal-hal baru yang akan terjadi setelah ini. Aku harap kalian bisa selalu bersamaku. Terlepas dari keputusan apapun yang aku ambil kelak. Aku percaya JKT48 adalah sebuah komunitas yang lebih dari sekedar idol group dan fanbase. Kalian adalah sebuah sinergi yang kuat, yang saling membutuhkan satu sama lain.

Jadi aku berharap, antara member dan fans ke depannya bisa menjadi lebih solid lagi. Saling menguatkan dan saling men-support satu sama lain. Bukannya saling tubir dan menjatuhkan. Kita adalah sama-sama manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan. Mari sama-sama kita bangun komunitas yang lebih positif lagi.

Untuk para member, aku percaya kalian memiliki cita-cita dan goals kalian masing-masing. Peganglah teguh apa yang kalian cita-citakan! Jangan biarkan apapun menghalangi langkah kalian untuk maju dan mencapai cita-cita kalian. ‘

Jalan tidak akan pernah mudah. Tapi ingat, segala perjuangan besar tidak pernah ada yang mudah! Tantangan datang justru untuk menaikkan level kalian lebih tinggi lagi. Jadi, tetaplah semangat! Kalian adalah keluarga dan support system yang membuatku bertahan sampai 7 tahun! Aku sungguh bahagia memiliki keluarga seperti kalian.

Sekali lagi, terima kasih banyak atas semua yang terjadi di JKT48 selama 7 tahun ini. Layaknya seorang mahasiswa yang lulus dari universitas, marilah kita bergembira dan bersyukur. Bukannya sedih dan kecewa. Sekarang, izinkanlah aku, Cindy Yuvia, pamit untuk mengejar rencana yang Tuhan berikan padaku. Terima kasih telah mendukungku selama ini. As long as I Live, I will never forget about you.

Love,
Cindy Yuvia

Editor : Dhimas Ginanjar



Close Ads