alexametrics

Film Nana Siap Perebutkan Penghargaan Tertinggi di Berlinale

22 Januari 2022, 13:08:22 WIB

JawaPos.com – Sutradara Kamila Andini mengumumkan film Before, Now & Then (Nana) lolos seleksi di ajang Berlin International Film Festival yang juga dikenal dengan sebutan Berlinale, di tahun ini. Film hasil kolaborasinya bersama produser Ifa Isfansyah tersebut terpilih dalam program kompetisi utama bersama 17 film lainnya.

Film Before, Now & Then (Nana) akan memperebutkan penghargaan tertinggi di Berlin International Film Festival, yaitu penghargaan ‘Golden Bear’ dan ‘Silver Bear’ pada Februari 2022 mendatang.

Dalam kompetisi ini, Kamila Andini akan berhadapan dengan sejumlah sutradara hebat lain dari berbagai negara. Seperti sutradara Carla Simon, Claire Denis, Rithy Panh, Denis Cote, Paolo Taviani, Ulrich Siedl, Andreas Dresen, Hong Sang Soo, Isaki Lacuesta, dan François Ozon.

Film Before, Now & Then (Nana) menyatakan siap untuk bersaing dengan film-film hebat lainnya dari berbagai negara setelah mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, MLD Spot, Deltomed, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat sudah resmi memberikan dukungan pada film ini untuk berjuang harumkan nama Indonesia di pentas global.

Rencananya, perwakilan dari tim film akan bertolak ke Berlinale pada tanggal 8 Februari mendatang. Sutradara Kamila Andini mengaku senang sekali film garapannya yang menggunakan bahasa Sunda terpilih, lolos seleksi di Berlinale. Dia sama sekali tidak menyangka film garapannya ini bakal lolos seleksi di ajang festival film internasional bergengsi tersebut.

“Saya masih speechless sampai sekarang dari pertama dengar beritanya. Film ini salah satu yang menyenangkan dan menantang diri,” ujar Kamila Andini dalam dalam keterangannya Sabtu (22/1).

Hal senada juga diungkapkan Ifa Isfansyah. Menurutnya, masuknya film Nana di ajang Berlin International Film Festival termasuk pencapaian luar biasa bagi industri perfilman Indonesia.

“Tentu kami bangga dengan masuknya Nana di kompetisi Berlinale. Ini merupakan pencapaian besar untuk film Asia, terutama Asia Tenggara” tutur Ifa Isfansyah.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh untuk film Nana berlaga dalam festival internasional.

“Ini kompetisi utama yang sebelumnya sudah kita nanti nantikan. Kalau sampai menang, kita akan naik kelas, ini rekor untuk Indonesia,” terangnya.

Menjelang world premiere di ajang Berlin International Film Festival, film ini dipercayakan kepada Wild Bunch International, sales agent yang sebelumnya sukses memasarkan film-film besar. Seperti Shoplifters (Kore-eda Hirokazu), I Daniel Blake (Ken Loach), Blue is the Warmest Color (Abdellatif Kechiche), City of God (Fernando Meirelles), The Grandmaster (Wong Kar Wai), The Artist (Michel Hazanavicius) dan yang lainnya.

Film Before, Now & Then (Nana) bercerita tentang seorang perempuan Indonesia yang hidup di daerah Jawa Barat pada era 1960-an. Film ini diangkat dari sebuah kisah nyata tentang kehidupan Raden Nana Sunani.

Kisah seorang perempuan yang melarikan diri dari gerombolan yang ingin menjadikannya istri dan telah membuatnya kehilangan ayah dan anak. Ia lalu menjalani kehidupan yang baru bersama seorang menak Sunda hingga bersahabat dengan salah satu perempuan simpanan suaminya.

Sesuai latar tempatnya, film ini menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa utama. Film Nana diadaptasi dari novel Jais Darga namaku karya Ahda Imran.

Film Before, Now & Then (Nana) dibintangi oleh Happy Salma yang memainkan karakter utama, yakni Nana. Selain itu, ia juga diperkuat oleh sejumlah aktor dan aktris yaitu Laura Basuki, Ibnu Jamil, Arswendy Bening Swara, Rieke Diah Pitaloka, Arawinda Kirana dan aktris cilik pendatang baru, Chempa Putri.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Abdul Rahman

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads