alexametrics

Merasakan Takut dan Empati di Film Lorong

20 September 2019, 17:43:17 WIB

JawaPos.com – Mayang (Prisia Nasution) tengah bahagia menanti kelahiran buah hatinya. Namun, setelah dia melahirkan, pihak rumah sakit menyatakan bahwa bayinya tak selamat. Tetapi, Mayang yakin bayinya masih hidup. Dia lantas mencarinya di setiap lorong rumah sakit.

Hanya ada dua set lokasi yang ditampilkan dalam film Lorong selama 1 jam 33 menit. Rumah sakit serta rumah pasangan Mayang (Prisia Nasution) dan Reza (Winky Wiryawan). Cerita yang ditulis Andy Oesman dan Hestu Saputra memang tak memerlukan banyak latar belakang lokasi. Lebih pada kisah yang dialami Mayang. Alur ceritanya campuran.

’’Ada sedikit kejutan di ending,’’ kata Prisia saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos bulan lalu. Akting Prisia tak perlu diragukan lagi meski Lorong menjadi film horor pertamanya. Dia menyampaikan apa yang dirasakan Mayang dengan baik melalui ekspresi wajah dan gestur.

Tokoh Mayang memang menjadi sentral cerita. Dia diceritakan kehilangan buah hatinya setelah melahirkan. Mayang depresi. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa buah hatinya dengan Reza tak bisa diselamatkan. Namun, Mayang percaya bayinya masih hidup. Dia berusaha mencari bayinya. Lorong demi lorong rumah sakit ditelusuri.

Suasana film yang mengajak penonton merasakan empati terhadap perasaan Mayang dibangun kuat oleh Hestu Saputra, sang sutradara. Meski, gambarnya cukup melelahkan karena 90 persen adegan dilakukan di dalam ruangan. Serius.

Ada adegan yang bikin kaget nggak? Ada, tetapi konvensional. Misalnya, si hantu mengeluarkan jari di balik gorden atau muncul di pojokan tembok. Lawas sih. Sebab, film thriller atau horor pendahulu sering menampilkan adegan seperti itu.

Menurut Winky Wiryawan yang memerankan Reza, hantu di dalam film hanya pemanis. Sebetulnya film itu menonjolkan narasi tentang perasaan ibu yang kehilangan anak. ’’Yang kemudian kejiwaannya terguncang begitu bayi yang diidamkan lenyap,’’ ungkap aktor 40 tahun tersebut.

Selain Winky dan Prisia, pemain lain yang aktingnya oke adalah Gesata Stella. Dia berperan sebagai seorang suster jahat. Mimik wajah jahat dan aura misterius dibangun dengan baik oleh aktris 33 tahun tersebut. Selain Gesata, ada Nova Eliza dan Ade Firman Hakim.

Amalia, salah seorang penonton yang ditemui di Citra XXI, Jakarta Barat, pada Selasa (17/9) mengaku sempat lompat dari kursi. ’’Suara efeknya kencang dan ngagetin. Nggak kaleng-kaleng. Tapi, aku agak bingung dengan ceritanya, dibuat maju, terus mundur lagi,’’ kata dara 18 tahun tersebut

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sam/c14/jan



Close Ads