Jawab Joko Anwar, Tanta Ginting: Level Komedinya Beda

19/06/2018, 15:18 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Tanta Ginting sebut kritik sebagai pemicu untuk bekerja lebih baik lagi. (Yuliani NN/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Belum lama ini, Joko Anwar di akun Twitter-nya menulis komentar soal film Indonesia yang baru tayang kurang memuaskan. Mengetahui hal tersebut, Tanta Ginting yang filmnya baru tayang di Lebaran ikut memberi komentar. Dia menghargai kritik yang diberikan salah satu sutradara kenamaan Indonesia itu.

Dalam akun Twitter-nya pada tanggal 15 Juni kemarin, Joko Anwar sempat menuliskan kekecewaannya. Dia tidak kuat nonton film baru di bioskop karena menurutnya sangat jeleknya. Hanya saja, dia tidak menyebut judul filmnya.

Komentar sutradara Pengabdi Setan itu sempat menjadi buah bibir dari berbagai kalangan. Pro dan kontra pun terjadi. Namun, bagi artis peran Tanta Ginting, hal tersebut layak dilontarkan oleh Joko karena kemampuannya.

Cuitan Joko Anwar di Twitter yang menyebut beberapa film Indonesia yang belum lama tayang, jelek. (Twitter)

"Menurut gue wajar-wajar aja (komentarnya). Cuma kan sekarang orang agak anti sama kejujuran, sungkan, dan menurut gue, dia (Joko Anwar) punya wewenang mengatakan itu karena film dia sukses," kata Tanta Ginting usai theater visit film Insya Allah Sah 2 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin malam (18/6).

Tanta mengatakan bahwa komentar itu terlontar berdasarkan selera dan level seseorang. Oleh karena itu, dia tidak bisa menyalahkan komentar Joko Anwar tersebut. Apalagi, jika ada alasannya.

"Menurut gue sih, kalau filmnya jelek lo harus bilang jelek. Tapi harus bisa ngasih tahu jeleknya di mana dan kenapa. Tanya saja ke dia langsung. Pasti dia ada alasan. Bahkan film Insya Allah Sah 2 banyak yang nggak suka, ada yang bilang garing, tapi gue nggak bisa nge-judge itu karena bisa jadi itu bukan level komedinya dia," papar Tanta.

Baginya, komnetar dan kritik adalah masukan bagi para pekerja seni. Bahkan, seharusnya dijadikan pemicu untuk membuat karya yang lebih berukualitas.

"Sebagai pelaku seni kita cuma bisa bikin yang lebih baik untuk project selanjutnya," lanjutnya.

"Dia (Joko) komen lewat medsos nggak masalah sih, mau lewat mana lagi? Lewat sutradara-produser belum tentu dia kenal. Satu-satunya cara berkomunikasi di media masa yah di sosial media. Di seluruh dunia, di dunia perfilman itu jarang ngomong langsung, wartawan sebenernya kritikus yang lebih tajam," tukasnya.

(yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi