JawaPos Radar

Industri Film Indonesia yang Makin Bergairah

Berjaya Pada 2017, Bukti Jika Film Horor Indonesia Akhirnya Berkelas

18/12/2017, 08:00 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Joko Anwar, film pengabdi setan, penghargaan pengabdi setan
Joko Anwar dan Muhammad Adhiyat saat menerima penghargaan Piala Maya, di Jakarta, Sabtu (16/12). (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com – Mimpi buruk film horor Indonesia seharusnya sudah berakhir. Film horor yang dibuat dengan mengandalkan kemolekan tubuh, cerita yang tidak jelas, sekarang sudah tidak lagi. Sineas perlu menjaga tren positif itu supaya tidak ada lagi film horor pengundang syahwat bangkit lagi.

 

Film horor sebenarnya punya pasar yang tidak sedikit. Jika digarap dengan serius, mampu mendatangkan penonton dengan jumlah banyak. Buktinya, pada 2017 sebanyak tiga dari lima film terlaris berasal dari genre horor.

 

Sebut saja Pengabdi Setan yang menembus 4.206.103 penonton, Danur: I Can See Ghosts sebanyak 2.736.157 penonton, dan Jailangkung dengan 2.550.271 penonton. Bahkan, 41 negara siap memutar Pengabdi Setan yang kini menjadi trend film horor Indonesia.

 

’’ Indonesia (menacapai) 4,2 juta penonton saja kaget. Terus dibeli 42 negara. (Saat) tayang di Malaysia, mereka suka banget dan jadi film Indonesia terlaris di sana,’’ ujar Sutradara Pengabdi Setan Joko Anwar beberapa waktu lalu.

 

Film Pengabdi Setan lantas diganjar sebagai yang terbaik di Festival Film Indonesia (FFI). Selain film terbaik, Pengabdi Setan juga masuk ke kategori-kategori lain yang merupakan unsur-unsur artistik dalam sebuah film. Yakni Pengarah Sinematografi Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penata Efek Visual Terbaik, dan Penata Suara Terbaik.

 

Menurut Joko, film horor karyanya menjadi bagus karena digarap dengan serius. Itu bisa menjadi catatan penting bagi sineas lain yang ingin membuat film horor. ’’Semua proses kami lakukan dengan serius dan tertata sehingga setiap aspek punya kualitas baik,’’ kata Joko.

 

Executive Producer Rapi Film Sunil Samtani sadar betul kalau penikmat film horor rindu atas kualitas. Oleh sebab itu, sejak awal produksi Pengabdi Setan, Sunil menekankan ke Joko supaya membuat film horor yang berbeda. Tidak murahan dan berkesan.

 

“Film horor akhirnya bisa lebih berkelas dan mendapat apresiasi yang layak,” kata Sunil saat syukuran pada November lalu.

 

Keseriusan juga menjadikan film Danur meraup banyak penonton. Bos MD Entertainment Manoj Punjabi mengatakan, keberhasilan Danur berkat pekerjaan secara tim yang solid. Mulai dari pihak produksi, pemain, hingga bagian promo.

 

"Faktor keberhasilan pertama adalah karena kerja tim yang solid. Kedua, saya memang tidak pernah setengah-setengah dalam memproduksi karya," kata Manoj Punjabi saat syukuran film Danur, beberapa waktu lalu.

 

Produser bertangan dingin itu menambahkan, film Danur punya banyak nilai lebih. Seperti cerita yang berkualitas dan karakter yang kuat. "Saya berterima kasih kepada  Risa Sarasvati yang telah mempercayakan novel horornya diproduksi jadi film," jelasnya.

 

Film horor Indonesia -setidaknya dalam tiga tahun terakhir- memang jauh lebih baik. Itu terlihat dari judul-judul film yang tidak lagi asal-asalan. Begitu juga dengan pemerannya, tidak lagi mengandalkan aktris yang dikenal sensual untuk mendongkrak penonton.

1. Pengabdi Setan; 4.206.103 penonton

film pengabdi setan, pengabdi setan, joko anwar
Salah satu scene dalam remake film Pengabdi Setan yang ditonton 4,2 juta orang. (RAPI FILM for JAWAPOS.COM)

Pengabdi Setan resmi menjadi film terlaris sepanjang 2017. Film horor garapan Joko Anwar tersebut berhasil mengantongi 4,2 juta penonton. Angka itu diraih sejak tayang 28 September 2017 lalu. Mengungguli perolehan penonton film Warkop DKI Reborn Part 2.


Sejak awal penayangan, Pengabdi Setan memang mendapat respons baik dari pengamat dan penggemar film. Sejumlah komentar positif pun muncul untuk film horor tersebut. Terutama, di media sosial dari netizen.

Tidak hanya itu, Pengabdi Setan juga sukses masuk dalam 13 kategori dan menyabet berbagai penghargaan di Festival Film Indonesia 2017. Bahkan, saat ini sudah dibeli oleh 42 negara. Terbaru, film Pengabdi Setan juga mendapat penghargaan di anugerah Piala Maya.

Pengabdi Setan merupakan film produksi ulang dari film horor berjudul sama yang dibuat Rapi Films pada 1980 silam. Film kali ini melibatkan Tara Basro serta pemain lain seperti Bront Palarae, Egi Fedly, Ayu Laksmi, Fachri Albar, Asmara Abigail, dan lainnya. Sosok Ibu di dalam film ini berhasil menjadi perbincangan publik. 

2. Danur: I Can See Ghosts; 2.736.157 penonton

film danur, danur
Prilly Latuconsina (kiri) dan Risa Saraswati yang menulis novel Gerbang Dialog Danur (Instragram @risa_saraswati)

Film Danur: I Can See Ghosts mendapat respons positif dari penikmat film Indonesia. Film horor itu berhasil mengantongi 2.736.157 penonton selama beredar. Film Danur merupakan hasil kerja sama PIC House dengan MD Pictures. 

Film itu diadopsi dari novel horor terlaris karya Risa Sarasvati berjudul Gerbang Dialog Danur. Menariknya, novel itu merupakan kisah nyata dari hidup Risa Sarasvati. Itu membuat atmosfer mengerikan yang tercipta menjadi semakin nyata.

Aktris muda Prilly Latuconsina didapuk sebagai bintang utama di film garapan sutradara Awi Suryadi tersebut. Selain dia, film ini juga dibintangi oleh Indra Brotolaras dan Shareefa Daanish. 

Film Danur menceritakan tentang seorang gadis kesepian dan memiliki kelebihan indigo bernama Risa. Pada saat Risa tengah merayakan ulang tahun ke-8, dia menyebutkan permintaannya untuk memiliki teman bermain. Dari situ dia bertemu dengan teman-teman yang istimewa alias ghaib.  

Seiring berjalannya waktu, keluarga Risa mulai merasa khawatir dengan kehadiran teman yang dia miliki. Mereka menyadari bahwa Risa sering bertingkah aneh dan berbicara sendiri, bahkan sampai hampir mencelakakan dirinya.

3. Jailangkung; 2.550.271 penonton

film jailangkung, jailangkung,
Dari kiri, Jefri Nichol, Amanda Rawles, dan Augie Fantinus. Paling kanan, PR Screenplay Films Jessika Pinkananda (DITE SURENDRA/JAWA POS)

Film Jailangkung merupakan garapan dua sutradara Jose Poernomo dan Rizal Mantovani. Keduanya pernah sukses dengan film terdahulunya yakni, Jelangkung pada 2001.

Meski punya nama karakter dan cerita yang sama, tapi film kali ini dikemas berbeda. Yakni dibuat modern dengan alur yang tentu lebih menakutkan. Serta, menampilkan pemain-pemain yang berbeda dari sebelumnya.

Film tersebut dibintangi oleh Jefri Nichol, Amanda Rawles, Hanna Al Rasyid, Lukman Sardi, Wulan Guritno, Augie Fantinus, Butet Kertaredjasa, dan lainnya.

Tidak dinyana, film Jailangkung kembali mendapat sambutan cukup baik. Total film itu mendapat 2.550.271 penonton selama beredar.

(ded/len/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up