JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tiga Permintaan Maaf Shani Jadi Runner Up Pemilu ala JKT48

18 November 2018, 20:41:36 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Tiga Permintaan Maaf Shani Jadi Runner Up Pemilu ala JKT48
Shani Indira Natio tidak kuasa menahan tangis saat memberikan pidato usai dinyatakan meraih peringkat ke-2 Pemilu ala JKT48 (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com – Pemilu yang digelar untuk mencari siapa member yang berhak menyanyikan single ke-20 JKT48 mungkin bisa jadi sangat melelahkan bagi Shani Indira Natio. Bagaimana tidak, perolehan suaranya sempat selisih 1 voting dengan Cindy Yuvia yang memuncaki pemilihan. Namun, Shani akhirnya kalah dengan selisih 20.377 suara.

Sebagai pemenang pemilu edisi 2017, Shani sebenarnya masih menjadi unggulan. Itu dibuktikan dari lonjakan peringkat saat pengumuman sementara tahap pertama ke kedua. Shani yang awalnya peringkat 11 bisa menjadi peringkat 2. Fans masih yakin jika dalam pemilu 48 group yang dalam Bahasa Jepangnya disebut Senbatsu Sousenkyo itu, Shani bisa menjadi pemenang lagi.

Namun, pengumuman di Sleman City Hall, Jogjakarta, Sabtu (17/11) malam berkata lain. Shani harus puas bisa berada di posisi ke-2. Di kota sendiri, Shani gagal mempersembahkan gelar juara. ’’Sedih sih iya, cuma dari awal sudah nyiapin diri untuk menerima. Udah nggak apa-apa kalau tahun ini, nggak center,’’ ujarnya saat press conference, Sabtu malam.

Tiga Permintaan Maaf Shani Jadi Runner Up Pemilu ala JKT48
Shani Indira Natio berhasil mengumpulkan 47.717 suara di pemilu untuk single ke-20 JKT48 (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Shani mencoba untuk mengambil sisi positifnya. Bahwa dia harus lebih siap lagi ketika Pemilu ala JKT48 itu digelar lagi. Apalagi, saat di atas panggung, usai mendapat plakat peringkat ke-2, Shani mengatakan siap untuk merebut posisi pertama lagi di event serupa pada 2019.

Sebelum menyatakan siap untuk merebut tahta nomor 1 Pemilu ala JKT48, Shani sempat tiga kali mengucapkan maaf kepada penggemarnya. Yang pertama, disampaikan karena dia gagal menang di kota sendiri. ’’Maaf ya, ini di Jogja tapi aku nggak bisa jadi nomor 1,’’ ujarnya.

Ucapan maaf kedua dari Member Tim KIII itu keluar dari mulutnya ketika dia menyinggung soal permintaan agar para fans terus mendukungnya. Katanya, permintaan itu disampaikan karena Senbatsu Sousenkyo begitu berarti untuknya. Bahkan, tanpa event tahunan itu, Shani mengaku bukan siapa-siapa.

’’Maaf kalau misalnya tahun ini aku minta kalian untuk mendukung aku. Aku punya alasanya. Aku ngerasa kalau nggak di Senbatsu Sousenkyo, mungkin aku bukan siapa-siapa. Aku merasa beruntung banget tahun lalu bisa di peringkat satu. Sebab, itu yang bisa mengangkat aku,’’ tutur Shani.

Lebih lanjut Shani menuturkan, bahwa dia bukan member generasi tiga yang terkenal sejak awal. Dia juga bukan member yang langsung punya banyak fans begitu menjadi member JKT48. Jika dia tidak pernah menjadi jawara di Pemilu ala JKT48, Shani khawatir jadi member yang tidak terlihat.

’’Apalagi sekarang bukan center tim, kapten, atau posisi lainnya. Aku berpikir aku (jadi) member biasa. Perlahan-lahan kalian akan lupa sama aku,’’ ucap gadis kelahiran 5 Oktober 1998 itu.

Permintaan maaf ketiga disampaikan Shani karena tidak bisa menyembunyikan kesedihan. Meski, dia juga bersyukur bisa meraih suara tinggi dan berhasil finish di peringkat ke-2. ’’Aku nggak pernah kecewa dengan kalian semua. Tapi, kalau dibilang sedih, ya sedih. Maaf ya. Sedih karena setiap member pasti ingin mempertahankan,’’ tuturnya.

Meski hasil yang diraih Shani belum bisa membuatnya menjadi center, perjuangannya bersama para penggemar patut diacungi jempol. Total 47.654 suara tidak sedikit. Itu hampir menyamai jumlah voting yang didapatnya saat menjadi pemenang pada 2017 yakni 47.717 suara. Tetap semangat, Shani!

(dim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up