JawaPos Radar

Mimpi JKT48 Acoustic Setelah Setahun Resmi Jadi Sub Unit

18/08/2018, 18:44 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Mimpi JKT48 Acoustic Setelah Setahun Resmi Jadi Sub Unit
Anggota JKT48 Acoustic, Francisca Saraswati, Rona Anggreani, Nadila Cindi Wantari dan Ni Made Ayu Aurellia (Official JKT48 for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Bisa jadi, 11 September nanti adalah hari yang paling ditunggu bagi Rona Anggreani, Francisca Saraswati, Ni Made Ayu Aurellia, dan Nadila Cindi Wantari. Sebab, mereka akan merayakan hari jadi pertama JKT48 Acoustic. Pertunjukan spesial sudah disiapkan oleh para gadis bersuara merdu itu.

Kepastian adanya first anniversary JKT48 Acoustic disampaikan Jumat (17/8) di teater FX Sudirman. Dari atas panggung teater, Nadila yang merupakan member Tim KIII JKT48 mengatakan kalau perayaan itu sangat berarti. Sebab, menunjukkan bagaimana perjuangan mereka membentuk JKT48 Acoustic.

’’Ini sub unit pertama yang dibentuk oleh member lantas diresmikan oleh manajemen. Kami sudah berusaha sekuat tenaga. Kami harap kalian bisa datang,’’ ujar Nadila.

Ditemui terpisah, Rona lantas menceritakan kembali bagaimana JKT48 Acoustic terbentuk. Bermula setahun yang lalu saat Rona dan Nadila yang berada di Tim KIII kedatangan Sisca dan Aurel. Makin memperkuat warna Tim KIII yang punya banyak bakat.

 

Mimpi JKT48 Acoustic Setelah Setahun Resmi Jadi Sub Unit
Dari kiri: Kapten JKT48 Shania Junianatha, Fransisca Saraswati, Rona Anggreani dan Nadila Cindi Wantari saat mengumumkan first anniversary JKT48 Acoustic, Jumat (17/8). (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Nah, manajer Tim KIII setelah melihat kemampuan para member lantas memberikan usulan. Supaya mereka bergabung menjadi satu dan bermain musik secara akustik. ’’Kami bisa menyanyi dan dua lainnya (Nadila serta Aurel) bisa bermain musik. Lantas kami merekam pakai kamera handphone,’’ kata Rona.

Tidak disangka, JKT48 Acoustic ternyata mendapat respon sangat positif. Bahkan, mereka berempat mendapat tawaran untuk manggung sendiri. Manajamen lantas melihat hal itu. ’’Kami (JKT48 acoustic) lantas diresmikan menjadi sub unit. Sekarang kami sudah dibantu manajemen juga,’’ imbuhnya.

Saat tampil, JKT48 Acoustic memang terlihat kompak. Namun, ternyata tidak mudah untuk meyamakan chemistry. Rona mengatakan, mereka berempat juga kerap tidak sama pandangan dan bertengkar. Terutama, Sisca dan Aurel yang disebutnya kerap berantem.

’’Banyak berantemnya juga. Sisca dan Aurel itu sama-sama keras. Nadila pintar ngomong, jadi yang menengahi. Kalau aku, non blok,’’ tutur Rona yang merupakan generasi kedua JKT48 itu.

Mimpi JKT48 Acoustic Setelah Setahun Resmi Jadi Sub Unit
Rona Anggreani dan Kapten JKT48 Shania Junianatha ditemui di JKT48 Teater, Jumat (17/8) (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Rona berharap agar first anniversary JKT48 Acoustic bisa menjadi pertanda bahwa sub unit itu akan langgeng. Rona berharap setelah ini JKT48 Acoustic bisa makin sering tampil di luar. Dia yakin, cara itu bisa membantu JKT48 untuk lebih dikenal lagi.

’’Mungkin orang awam kurang bisa menerima lagu JKT48 yang J-Pop. Barangkali, lewat akustikan bisa lebih nyaman dan menerima,’’ tandasnya. Apalagi, tim akustik punya fleksibilitas untuk membawakan lagu di luar JKT48. Jadi, masyarakat bisa banyak yang tahu. Selain, ada harapan agar JKT48 Acoustic juga bisa mengisi coupling song untuk single grup idola itu.

Jika JKT48 Acoustic berhasil sampai membuat first anniversary, bagaimana dengan sub unit lainnya? Kapten JKT48 Shania Junianatha mengatakan, sub unit itu masih ada. Namun, beberapa kegiatan membutuhkan perhatian. ’’Unitnya masih ada, orang-orangnya juga masih ada. Tapi, yang keluar juga ada dan latihan itu butuh waktu lama,’’ terang Shania.

Rona mengamini hal itu. Katanya, sub unit punya tantangan tersendiri. Salah satunya, soal anggota yang kemungkinan berada di beda tim. Hal itu membuat latihan jarang bisa dilakukan. ’’Beda tim bikin susah (latihan). Sedangkan kami, satu tim,’’ tuturnya.

(dim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up