alexametrics

Garin & Widyawati Menang Asia-Pacific Film Festival

Lewat Film Ambu dan Kucumbu Tubuh Indahku
18 Januari 2020, 15:40:51 WIB

JawaPos.com – Dunia perfilman Indonesia mendapat hadiah di awal tahun. Dua film yang dirilis tahun lalu meraih penghargaan dari Asia-Pacific Film Festival (APFF) 2020. Yakni, Ambu dan Kucumbu Tubuh Indahku. Sebelumnya, pada awal bulan ini, Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengirimkan dua film tersebut sebagai perwakilan Indonesia di APFF 2020.

Ambu dan Kucumbu Tubuh Indahku meraih dua penghargaan berbeda. Ambu menang di kategori Best Supporting Actress yang diraih Widyawati, pemeran Ambu Misnah. Lantas, Kucumbu Tubuh Indahku menang di kategori Best Original Story. Sutradara Garin Nugroho meraih piala atas skenario yang ditulisnya.

Hasil festival sudah diumumkan pekan lalu. Namun, piala penghargaan baru diserahkan kepada para pemenang Kamis siang (16/1). ”Saya bersyukur atas capaian ini dan juga bersyukur masih bisa dipercaya main film,” ungkap Widyawati setelah menerima piala penghargaan di Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan.

Widyawati menerima kabar kemenangannya via WhatsApp, dia tidak menerima langsung penghargaan di Makau, lokasi penyelenggaraan APFF 2020. ”Mau terima di sini atau di sana sama saja,” tegas istri mendiang Sophan Sophiaan itu.

Di tengah rasa syukurnya, tebersit kesedihan di hati Widyawati. Aktris 69 tahun itu prihatin karena film Ambu yang berlatar budaya Baduy hanya tayang di sejumlah bioskop di Jakarta dan Jawa Barat. Alasannya, film karya Farid Dermawan itu menggunakan bahasa Sunda.

”Film Barat yang bukan bahasa kita saja bisa pakai subtitle. Kalau alasannya bahasa, tidak semua dialog dalam film Ambu pakai bahasa Sunda,” katanya.

Dihubungi secara terpisah, Farid membenarkan bahwa bahasa menjadi alasan filmnya diputar terbatas. ”Padahal, ini kan film budaya di mana kami ingin mengenalkan budaya Indonesia. Semoga ke depannya lebih diperhatikan,” harapnya.

Sementara itu, Garin dan produser Kucumbu Tubuh Indahku Ifa Isfansyah berhalangan hadir. Sebagai perwakilan, ada aktor Teuku Rifnu Wikana, pemeran Bupati. ”Saya sampaikan salam dari mereka berdua,” ucap Rifnu.

Rifnu kembali mengingatkan tentang esensi film yang dirilis pada Mei 2019 itu. ”Yang pasti karya ini dengan apa pun yang dikerjakan Mas Garin itu benar-benar dari sudut pandang yang ingin menggambarkan perjalanan manusia,” urainya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : len/c25/nda


Close Ads