alexametrics

Rano Karno Ungkap Cerita Si Doel The Movie 2, Maudy Koesnaedi: Lebih Greget

15 Mei 2019, 11:14:32 WIB

JawaPos.com – Setelah sukses mengacak-acak perasaan penonton lewat Si Doel The Movie 1, film yang bercerita tentang anak Betawi ini kembali menyapa layar bioskop pada 4 Juni nanti. Dalam Si Doel The Movie 2, penonton dijamin makin greget dengan hubungan Doel dan Zaenab.

Dalam kunjungan promo film ke Jawa Pos, Gedung Graha Pena, Jakarta, Selasa (14/5), sang Sutradara sekaligus pemeran Si Doel, Rano Karno mengungkapkan kalau film ini mempunyai konsep trilogi. Sehingga ceritanya akan berkesinambungan.

“Jadi ada Si Doel The Movie 1, 2, dan 3. Penonton film tiga-tiganya harus tuntas. Enggak bisa yang ketiga saja, harus menonton yang pertama dan kedua,” kata Rano Karno di Graha Pena, Selasa (14/5).

Menurut Rano, berbicara Si Doel adalah cerita yang berangkat dari sinetron dan sudah selama 27 tahun menghiasi layar kaca. Tentu itu bukan perjalanan singkat untuk dipadatkan menjadi sebuah film dengan durasi 1 jam 30 menit.

“Sudah 27 tahun bukan sebuah tontonan yang mudah. Saya harus padatin ceritanya. Si Doel The Movie ini bicara kepadatan problem. Maka lahirlah Si Doel The Movie 1, 2, dan 3,” kata Rano Karno.

Suti Karno, Rano Karno, dan Maudy Koesnaedi berbagi cerita tentang film Si Doel The Movie 2. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Lantas, apa yang berbeda dari Si Doel The Movie 1?

Meski tak membocorkan secara detail, perbedaan film Si Doel The Movie 1 dan 2, salah satunya terletak pada tempat cerita.

Kalau Si Doel The Movie 1 mengungkapkan jalan cerita pencarian Si Doel terhadap Sarah di Belanda. Maka fokus utamanya ada di Belanda. Sedangkan Si Doel The Movie 2, adalah kelanjutan cerita ketika Si Doel kembali ke tanah air. Sehingga fokus syuting ada di Indonesia dan lebih banyak bercerita tentang Zaenab.

Si Doel The Movie 2 yaitu syutingnya 30 persen Belanda, 70 persen Indonesia. Lebih banyak kisah di Zaenab. Lebih konflik rumah tangga,” ujarnya.

Selain itu, Rano mengungkapkan konsep film Si Doel yang mengambil sisi sinetronnya. Yakni sebelum  Si Doel The Movie 2 dimainkan akan ada review film pertamanya selama 2 menit.

“Saya kasih cuplikan 2 menit untuk rewind lagi yang pertama seperti apa sih. Oh sudah inget. Minimal siapa yang enggak nonton Si Doel The Movie 1, punya bayangan yang kedua seperti apa. Si Doel ini bukan film lepas tapi kesinambungan,” jelas Rano Karno.

Dalam kesempatan yang sama, karakter Zaenab dan Atun pun ikut bercerita tentang film Si Doel The Movie 2. Pemeran Zaenab, Maudy Koesnaedi mengungkapkan keseruannya selama proses syuting Si Doel The Movie 2.

Maudy mengaku kalau di film Si Doel yang kedua lebih banyak dikasih ruang berekspresi. Namun tetap mempertahankan ciri khas karakter Zaenab. Apalagi di film kedua kali ini, Zaenab lebih banyak ditampilkan dalam cerita.

“Seru ya senang karena Zaenab lebih dikasih ruang berekspresi sesuai takaran Zaenab. Lebih greget sih, makanya enggak bisa hanya menonton salah satu. Jadi ini semua kesinambungan. Dari sebelum syuting, ada reading kan, bagaimana kami menjaga kontinuitas,” tutur Maudy.

Perempuan yang aktif dalam pelestarian seni Betawi ini mengungkapkan, ia berusaha untuk tetap menjaga karakter Zaenab yang sederhana meski sudah menikah atau menjadi ibu rumah tangga. Salah satunya dari gaya busana Zaenab.

“Jaga karakternya Zaenab enggak berubah sejak dulu. Saya sadar betul penggemar Si Doel terus nonton siaran ulangnya jadi tahu betul karakter para pemainnya. Otomatis sebagai Zaenab harus dijaga juga karakternya,” kata Maudy.

Sedangkan Suti Karno membeberkan, statusnya sebagai ibu rumah tangga di film tersebut tentu membuat Atun semakin dewasa. Apalagi Atun menjadi sosok yang sering memberikan saran kepada kakaknya, Si Doel.

“Bukan berarti tak ada perubahan, cuma dulunya kan lebih tomboy, karena sudah menjadi ibu rumah tangga maka enggak mungkin kekanak-kanakan lagi,” ujar Suti Karno.

Dan di Si Doel The Movie 2, dirinya akan lebih banyak beradu peran dengan Bang Mandra. “Kalau di Si Doel The Movie 1 kan hanya Whatsapp saja. Pokoknya lebih seru lagi,” sambungnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani