alexametrics

Pemain Film Anak Garuda Ungkap Keseruan Syuting di Eropa

15 Januari 2020, 12:12:13 WIB

JawaPos.com — Para pemain film Anak Garuda berbagi cerita soal keseruan mereka menjalani syuting di Belanda dan Prancis. Para pemain seperti Rebecca Klopper, Rania Putrisari dan Geraldy Kreckhoff bahkan memutuskan untuk memperpanjang waktu mereka di sana hingga 10 hari setelah syuting.

“Kita extend. Aku, Rania, Gerald sama Ajil , kita extend 10 hari. Tapi aku misah karena sama keluarga aku di sana,” ucap Rebecca Klopper dalam kunjungannya ke kantor JawaPos.com belum lama ini.

Sementara Rania, Ajil dan Gerald memilih untuk berburu sepatu kesukaan mereka selama berada di Eropa. “Kita ke Amsterdam. Kita bertiga benar-benar hunting sneaker. Kita ke Paris juga,” tutur Gerald.

Dalam kesempatan itu Gerald juga sempat menceritakan bahwa Ajil nyaris tidak bisa berangkat ke Eropa lantaran visanya hampir tidak keluar. Beruntung, visanya keluar di detik-detik terakhir.

“Sebelum syuting di Eropa, visanya salah satu pemain hampir tidak keluar, Ajil yang jadi Robert di film ini. Dan itu mirip banget sama kejadian aslinya,” tutur Gerald.

Film Anak Garuda bercerita tentang tujuh anak dengan latar belakang berbeda yang menjadi satu tim untuk mengelola operasional sekolah dan unit-unit bisnis. Mereka adalah Sheren, Olfa, Wayan, Dila, Sayidah, Yohana, dan Robet. Ketujuhnya merupakan alumni sekolah Selamat Pagi Indonesia.

“Film Anak Garuda ini mengisahkan tentang perjuangan tujuh anak alumsi sekolah Selamat Pagi Indonesia dalam mengembangkan bisnis dan usaha. Diangkat ke layar lebar di tengah perbedaan mereka dari karakter, agama, asal daerah,” papar Violla Giorgie, karakter asli Olfa yang diperankan Clairine Clay.

Sejumlah artis bintang muda dipercaya untuk memainkan film Anak Garuda. Mereka adalah Tissa Biani (Sayidah), Violla Georgie (Yohana), Ajil Ditto (Robet), Clairine Clay (Olfa), Geraldy Kreckhoff (Wayan), Rania Putrisari (Sheren), Rebecca Klopper (Dila). Sementara Kiki Narendra berperan sebagai Koh Jul yang merupakan inisiator sekolah Selamat Pagi Indonesia.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Abdul Rahman


Close Ads