alexametrics

Serunya Joget Nostalgia Lewat Lagu-Lagu Kartun Jepang Bersama Orutaku

13 Oktober 2019, 17:29:35 WIB

JawaPos.com – Hari terakhir penyelenggaraan Indonesian Comic Con 2019 semakin meriah dengan hadirnya panggung musik yang diselenggarakan oleh Orutaku, sebuah klub yang biasa membawakan lagu-lagu Original Soundtrack (OST) film kartun Jepang. Para pengunjung yang hadir dibuat berkeringat dengan menari bersama menyanyikan lagu-lagu anime dan kartun Jepang mulai era tahun 1980-an sampai 2000-an.

Orutaku menghibur para pengunjung dengan lagu-lagu dari anime Doraemon, Kobochan, Naruto, Minky Momo, Ninja Hatori, Mojako, Kapten Tsubasa, hingga film-film superhero Jepang. Dipandu oleh dua orang DJ, Orutaku memutarkan lebih dari 50 lagu dengan durasi lebih dari 1 jam dan memuaskan semua pengunjung yang terlibat dalam acara mereka.

“Kami dari Orutaku memang sengaja ingin penggenar kartun Jepang mengenang nostalgia lagu-lagu masa kecil yang ditontin setiap hari Minggu pagi,” kata Committee Orutaku, Monica dan Tasya di Jakarta Convention Center, Minggu (13/10).

Menurut mereka, lagu-lagu tersebut menjadi sangat berkesan karena hiburan orang-orang sebelum generasi Z hanyalah televisi. Belum adanya teknologi streaming maupun media sosial membuat setiap acara kartun yang hanya diputar seminggu sekali menjadi begitu ditunggu.

“Dulu kan hiburannya hanya TV. Maka kami kumpulin lagi nih penggemar kartun Jepang. Mumpung musik disko 90-an lagi booming lagi, kami mau mengajak lebih ke Jepang nuansanya,” kata mereka.

Monica menjelaskan, target pasar Otutaku memang mereka yang kini berada di usia 20-an hingga 40-an yang menggemari film kartun Jepang sejak era 1980-an. Tak hanya anime, mereka juga memutar lagu-lagu pop Jepang alias JPop yang pernah populer pada masanya.

Lebih lanjut, mereka menjelaskan bahwa tidak ada riset apapun yang mereka lakukan sebelum membentuk konsep Orutaku. “Ini memang kami sendiri penggemarnya. Dari penggemar untuk penggemar. Banyak kok generasi Z yang muda-muda sekarang mau mengenal lagi budaya Jepang,” ujarnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads