alexametrics

Pertama jadi Sutradara, Dian Sastro: Aku digembleng, Aku Diceburin

12 November 2020, 00:47:30 WIB

JawaPos.com – Tahun 2019 dan 2020 menjadi tahun berharga bagi aktris Dian Sastro. Karena pada periode ini selain menjadi seorang akstris, dia juga mencicipi hal baru menjadi produser film dan memiliki pengalaman baru sebagai sutradara.

Dian Sastro diketahui sempat menjadi produser untuk film Guru-guru Gokil. Di tahun ini, lawan main Nicholas Saputra dalam film AADC itu juga berkesempatan menjajal ’empuknya’ kursi sutradara lewat film omnibus Quarantine Tales. Film ini terinspirasi dari pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan banyak negara di dunia.

Baca juga: Quarantine Tales, Film Omnibus yang Digarap 5 Sutradara

Base Entertainment selaku rumah produksi film ini memberikan kebebasan kepada Dian Sastro untuk menggali ide cerita dan mengembangkan kreativitasnya sebagai seorang sutradara. Setetah berpikir panjang dan berdiskusi dengan tim, akhirnya Dian Sastro mengangkat tentang hubungan keluarga yang harus saling terkoneksi namun tidak bisa bertemu secara fisik akibat pandemi.

“Film pendek yang saya sutradarai bercerita tentang 3 orang kakak beradik dari keluarga yang sama tapi nggak bisa ketemu. Jadi mereka punya ritual video call,” kata Dian Satro dalam jumpa pers virtual, Rabu (11/11).

Dian Sastro sejatinya tidak memiliki target khusus mencoba peruntungan sekaligus pengalaman baru menjadi sutradara di tahun ini. Dia bisa mencicipi pengalaman berharga ini setelah didorong oleh salah satu rumah produksi.

“Aku digembleng, aku diceburin. Menjerumuskan aku dalam posisi ini. Nulis 6 minggu selesaikan skrip. Ini pertama kali jadi sutradara, bikin story bord dan segala macam. Kalau nggak pandemi mungkin nggak gini, mungkin 5 tahun lagi jadinya,” katanya sambil tersenyum.

Dian Sastro juga mengatakan, film pendek dengan subjudul Nougat dari film Quarantine Tales yang dia buat tidak mengharuskan bertemunya para pemain secara fisik. Alhasil proses syuting pun dilakukan dari jarak jauh sehingga aman dari bahaya Covid-19. “Pemain nggak ada yang ketemu secara fisik di sini,” ujarnya.

Dian Sastro lebih lanjut menyatakan, salah satu keuntungan menjalani pekerjaan dari jarak jauh selama proses syuting tidak ada basa basi. Sehingga pekerjaan bisa berlangsung lebih cepat. Berbeda dari bekerja dan ketemu secara fisik di lokasi syuting yang terkadang waktu banyak habis dengan bercanda dan diisi dengan basa basi.

“Kadang kalau kita ketemu banyak basa basi. Aku ngerasa sejak PSBB apa-apa online langsung to the point. Langsung ke titik permasalahan dan itu kerasa banget,” tuturnya.

Dian Sastro mengaku sangat menikmati pengalaman barunya menjadi sutradara. Tidak menutup kemungkinan ke depannya dia akan menjadi sutradara untuk sebuah project film. Dian Sastro menegaskan dirinya tidak pernah membatasi diri yang malah akan membuat dirinya tidak bisa membuat lompatan untuk terus berkembang.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Abdul Rahman

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads