JawaPos Radar

Menyebut Diri Feminis, Joko Anwar Angkat Kisah Wewe Gombel

12/05/2018, 09:20 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Sutradara Joko Anwar
Joko Anwar jadi satu dari 6 sutradara yang membuat folklore dan akan tayang di HBO Asia. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Share this image

JawaPos.com - HBO Asia baru saja merilis trailer antologi horor terbaru mereka, Folklore. Antologi yang tayang pada Oktober mendatang itu terdiri dari enam episode film horor pendek yang diangkat dari cerita rakyat atau legenda lokal masyarakat Asia.

Enam episode Folklore berasal dari Jepang, Korea, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Singapura tersebut diarahkan sineas dari masing-masing negara. Dari Indonesia, sutradara Joko Anwar turun tangan mengarahkan episode Folklore berjudul A Mother’s Love.

Dari judulnya, warganet pasti langsung terlintas bayangan sosok ibu (Ayu Laksmi) dari film Joko Anwar sebelumnya, Pengabdi Setan. Sutradara tersebut pun mengaku film-filmya memang akrab dengan sosok perempuan sebagai tokoh utamanya.

Joko Anwar
Joko Anwar menyebut dirinya feminis dan selalu menonjolkan perempuan dalam filmnya. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

"Kalau kalian perhatiin film-film aku, pasti aku jadiin perempuan sebagai center cerita. Karena aku feminis," akunya pada JawaPos.com saat mendapatkan kesempatan berkunjung ke rumahnya di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Namun, Joko mengungkapkan bahwa sosok ibu di film tersebut sangat berbeda dari film horor yang sukses di dunia, Pengabdi Setan.

"Tapi beda (sosoknya), yang pasti, inspirasi saya adalah cerita tentang wewe gombel, makhluk halus yang suka menculik anak-anak," papar Joko.

Selain dari legenda masyarakat Indonesia di seluruh pelosok negeri tentang larangan membiarkan anaknya ada di luar menjelang maghrib, ide besar film ini adalah kasus menghilangnya anak secara misterius.

Selain sebagai sutradara, Joko juga menulis sendiri skenario A Mother’s Love. Syuting pun dilakukan di Jakarta Pusat dan Selatan dan telah selesai sejak awal tahun ini. Aktris Marissa Anita dan aktor cilik pendatang baru Muzaki didapuk sebagai pemeran utamanya.

A Mother’s Love berkisah tentang sebuah keluarga yang memiliki anak dan teror sosok misterius. Hingga saat ini, Joko masih menyimpan detail cerita rapat-rapat meski trailer telah resmi beredar sejak selasa lalu (1/5).

Joko hanya memberikan gambaran bahwa A Mother’s Love adalah film horor dengan sentuhan drama. Dikabarkan, ceritanya sangat emosional dan menyedihkan.

Sebenarnya, Joko ingin membuat episode yang diilhami sosok makhluk halus lain karena banyaknya hantu nasional di Indonesia, seperti tuyul, pocong, dan kuntilanak. Sayang, sosok tuyul dan kuntilanak telah diambil sutradara Eric Khoo (Singapura) dan Ho Yuhang (Malaysia). Oleh karena itu, dia memilih wewe gombel.

"Banyak keluarga yang memiliki anak hanya karena untuk memenuhi standar dari masyarakat, jadi orang tua nggak punya kesiapan ketika anak lahir makannya saya angkat kisah anak-anak dan sosok Wewe yang suka menculik anak-anak ini," imbuh Joko.

Setelah Pengabdi Setan sukses di pasaran, Joko ingin tetap konsisten dalam memilih ide cerita untuk film horornya. Sutradara asal Medan itu ingin menyajikan kembali tema cerita seputar keluarga, secara khusus tentang orang tua, perempuan hamil, atau anak yang dikemas dalam genre horor.

Diketahui, sosok Joko Anwar memang terkenal dengan faham feminisme. Dalam beberapa filmnya, dia juga selalu menampilkan peran perempuan sebagai ibu atau orang tua dan anak. Mulai dari Janji Joni (2005), Kala (2007), Pintu Terlarang (2009), Modus Anomali (2012), dan yang terakhir Pengabdi Setan.

Kali ini, dalam A Mother’s Love, sosok perempuan yang diperankan oleh Marissa juga berperan penting dalam keberlangsungan cerita.

"Saya orangnya feminis dan ingin agar tokoh perempuan lebih aktif, nggak tahu kenapa,” tukas sutradara 42 tahun itu.

(yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up