Lewat Lima, Lola Amaria Sebar Virus Nasionalisme ke Taiwan

11/09/2018, 03:45 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Lola Amaria (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Setelah Bangkok, film berjudul  Lima kembali diputar di Taipei, tepatnya di Auditorium Radio Taiwan International, yang berada di Bei An Road Taipei Vity, Minggu (9/9). Film karya Lola Amaria Production itu menceritakan keberagaman dan kebhinekaan yang ada di dalam tubuh Pancasila sebagai dasar Negara Rerpublik Indonesia.

Film disaksikan oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sana. Tidak hanya TKI, pengurus cabang NU di Taipei, Banteng Muda Indonesia dan juga Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) serta jajaran atau staff di Radio International Taiwan juga ikut menyaksikan film tersebut.

“Kami hanya putar di satu kota saja, di Taipei. Penonton yang umumnya pekerja Indonesia dari berbagai kota di Taiwan, datang langsung ke lokasi pemutaran film. Antusias mereka begitu besar untuk menyaksikan film Lima,” kata Lola Amaria, lewat sambungan telepon, Senin (10/9).

Tidak sendiri, Lola Amaria datang bersama sutradara lainnya Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti dan juga Ibu Lily Assana. Menurut Lola Amaria, selama pemutaran film penonton sangat serius menyaksikan pemutaran film.

Mulai dari opening di sila pertama dalam Pancasila hingga sila selanjutnya. Yang membuat Lola Amaria dan teman-teman terkejut, di sila ke-4 dan ke-5, saat adegan Bi Ijah yang diperankan Dewi Pakis, pamit dari keluarga yang diurusnya untuk pulang kampung dan mengurus anak-anaknya.

Di situ penonton terbawa emosi. Mereka terharu dan meneteskan air mata, saat adegan Bi Ijah pamit untuk pulang kampung dan mengurus anaknya-anaknya yang kurang mendapat perhatian darinya selama bekerja.

Setelah selesai menonton film Lima, penyelenggara acara dari Lola Amaria Production dan Raio Taiwan bersama KDEI mengadakan diskusi bersama penonton. Dalam diskusi tersebut, penonton mengapresiasi film tersebut.

Lima bisa membangkitkan rasa nasionalisme, cinta Tanah Air, keberagaman, kebhinekaan dan juga kasih sayang antar sesama dan perhatian kepada keluarga.

“Kami terus road show memutar film Lima dibeberapa negara. Kami ingin sebarkan virus kebaikan, keberagaman, toleransi dan juga rasa persaudaraan yang kuat dari berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia,” tegas Lola Amaria dikutid JPNN (Jawa Pos Group). 

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi