alexametrics

‘Imperfect’ Mendobrak Standar Kecantikan, Ernest: Film ini Bikin Stres

10 Desember 2019, 23:26:34 WIB

JawaPos.com – Ernest Prakasa terkenal sebagai pemain film yang cukup diperhitungkan di Indonesia. Namun, di samping menjadi aktor, Ernest juga aktif di balik layar sebagai sutradara.

Karir Ernest sebagai pengarah film dimulai sejak sekitar lima tahun lalu. Dia pun rutin membuat film garapan dirinya.

Selama menjadi sutradara, Ernest Prakasa sudah membuat sejumlah film. Di antaranya adalah film berjudul Ngenest, Cek Toko Sebelah, Susah Sinyal, Milly dan Mamet, dan Imperfect: Karir, Cinta, dan Timbangan.

Dari sejumlah film yang berhasil digarapnya tersebut, film Imperfect yang dia anggap paling sulit. Bahkan paling membuatnya stres. Film ini membuat Ernest harus benar-benar mengernyitkan dahi karena dia harus memasukkan segala unsur di dalamnya dengan pas.

Ernest juga harus mempertimbangkan cukup matang soal komedi dan drama secara proporsional. Namun, yang paling membuat Ernest puyeng, dia harus memikirkan secara detail proses transformasi Rara (Jessica Mila) di film Imperfect.

“Buat saya ini film paling bikin capek, paling membuat stres. Film ini tingkat kesulitannya paling tinggi. Saya harus memikirkan proses transformasi fisik Jessica Mila,” ucap Ernest saat ditemui di bilangan Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (10/12).

Gara-gara sibuk memikirkan film Imperfect, rumah tangga Ernest dengan Meira Anastasia kerap diwarnai gesekan-gesekan kecil setahun terakhir. Apalagi Ernest dan Meira sama-sama menggarap film Imperfect.

Saling debat, adu argumen, dan saling unjuk pemikiran hampir selalu mewarnai hari-hari pasangan suami-istri ini. Gesekan keduanya cukup ketat karena Imperfect adalah film yang diadaptasi dari buku Meira. Masing-masing menunjukkan sudut pandang dan idelismenya sendiri.

“Iya, sampai mengorbankan keharmonisan rumah tangga. Ada perubahan bagi kami sebagai sesama suami-istri. Di rumah berantem, syuting berantem, ngedit juga berantem. Karena kami ingin film ini bukan hanya menjadi hiburan, tapi juga menjadi pesan dan gerakan,” ungkap Meira Anastasia.

Film ini memberikan perspektif baru tentang kecantikan. Standar kecantikan didobrak, tak lagi seperti dulu, cantik, ramping, seksi, dan berkulit cerah. Film Imperfect menghadirkan cara pandang baru bahwa perempuan akan terlihat cantik ketika dapat mengeskpresikan keunggulan dalam dirinya.

“Boleh tampil cantik kayak badan kita kurus, langsing, tapi apakah tampil cantik itu membuat kita semakin bahagia? Setelah nonton film ini akan menjadi refleksi untuk kita semua,” pungkas Meira Anastasia.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Abdul Rahman


Close Ads