Antusiasme Fans Mengikis Kekhawatiran Sayaya dari AKB48 ke JKT48

10/09/2018, 08:56 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Kawamoto Saya (kiri) bersama Della Delila usai tampil di Teater JKT48, Sabtu (8/9). (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com – Festival Musik untuk memperingati 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Indonesia, Minggu (9/9) membuat member AKB48 Kawamoto Saya ke JKT48. Dia akan meninggalkan Tokyo dan bergabung dengan JKT48 terhitung sejak 15 September untuk satu bulan lewat program pertukaran member. Gadis kelahiran 31 Agustus 1998 yang akrab disapa Sayaya itu mengaku suka dengan Jakarta.

Meski nanti hanya sebulan di Jakarta, Sayaya mengaku cukup khawatir. Namun, selama dua hari tampil di Music Festival, Sayaya menjadi makin percaya diri untuk bersama JKT48. Kira-kira, kalau Sayaya makin suka dengan Jakarta, bakal ditransfer penuh ke JKT48 tidak ya?

Simak wawancara lengkap dengan Sayaya yang digelar usai AKB48 dan JKT48 tampil kolaborasi di atas panggung Music Festival, berikut ini:

--

Apa sih yang akan dipelajari dari pertukaran member?

Aku sekarang cuma sedikit bisa Bahasa Indonesia. Aku ingin belajar Bahasa Indonesia. Selain itu, tentu ada perbedaan budaya. Aku juga ingin tahu. Semoga selama di Indonesia, bisa Bersama-sama untuk perform di teater.

Kawamoto Saya (tengah) dan Stefi (dua dari kiri) saat diumumkan mengikuti program pertukaran member. (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Apa yang sudah disiapkan?

Sedikit belajar kata-kata dalam Bahasa Indonesia. Tanya ke staff JKT48 apa saja yang biasa diucapkan untuk sehari-hari. Belajar dari hal-hal kecil.

 

Apa yang sudah bisa dari Bahasa Indonesia?

Belajar Bahasa Indonesia belum banyak. Misalnya, perkenalan untuk di stage dan beberapa lagu JKT48.

 

Lagu JKT48 apa saja yang sudah dihafal?

Koisuru Fortune Cookie. Yang mencinta, fortune cookie (ucapnya sambil menyanyikan lagu)

 

Apa yang paling kamu khawatirkan saat pindah ke JKT48?

Bahasa. Aku belum belajar Bahasa Indonesia dalam waktu yang panjang. Tapi, dengan melihat member JKT48 yang keceriaannya lebih dari AKB48, membuat aku ingin lebih dekat dengan para member. Itu membuat sedikit rasa khawatir hilang.

Kamu cukup popular di Indonesia. Itu akan mempermudah kamu di JKT48?

Kalau dibilang tidak ada kekhawatiran, itu bohong. Aku khawatir. Tapi, ketika bertemu fans dan memberikan semangat, jadi lega.

Aku baru saja menginjak usia 20 tahun. Tadi, ada fans yang membawa poster angka 20 yang menunjukkan umurku.

Kawamoto Saya dan Stefi saat press conference mengenai program pertukaran member (DHIMAS GINANJAR/JAWA POS)

Suka dengan fans di sini? Apa perbedaan fans di Indonesia dan Jepang?

Fans di Indonesia dan Jepang sebenarnya sama. Sama-sama meriah. Yang beda kalau di Indonesia, ketika AKB48 bernyanyi dalam Bahasa Jepang, fans ikut bernyanyi dengan Bahasa Jepang. Semua dengan ceria membawakan.

 

Kalau dalam satu bulan kamu cocok di JKT48, apakah akan mengajukan untuk tetap di Indonesia seperti Haruka Nakagawa?

Sekarang saya masih setengah-setengah. Antra takut karena nggak ngerti Bahasa, tapi di satu sisi ingin paham. Apakah akan seperti Haruka, belum tahu. Yang pasti, ingin tahu dulu kebudayaan Indonesia.

 

Apa harapan kamu terhadap pertukaran member ini?

Ini kesempatan yang baik untuk AKB48 dan JKT48. Ke depan, saya harap bisa lebih sering dilakukan hal seperti ini. Termasuk, JKT48 manggung di Jepang, dan AKB48 tampil di Indonesia. Jadi, hubugan Jepang dan Indonesia bisa lebih dekat.

 

Ini program pertukaran member terakhir, atau bakal ada lagi?

Masih belum tahu ada rotasi apa tidak. Tetapi, kalau ada aku ingin bisa menjadi orang yang memberitahu tentang Indonesia ke member AKB48.

(dim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi