alexametrics

Siapa Bisa Kejar Perolehan Suara Shani di Senbatsu Sousenkyo JKT48?

9 Oktober 2019, 17:03:49 WIB

JawaPos.com – Grup idola JKT48 kembali menggelar pemilihan member (senbatsu sousenkyo/SSK) edisi 2019 untuk menentukan siapa yang menyanyikan single original. Saat ini, sudah masuk pemungutan suara untuk event yang mudahnya bisa disebut sebagai pemilu ala JKT48 tersebut. Hasil sementara, Shani Indira Natio memperoleh suara terbanyak.

Pada Sabtu (5/10) di SMESCO Convention Hall, diumumkan perolehan suara 32 besar oleh manajemen JKT48. Shani sementara ini berhasil mengumpulkan 15.194 suara. Disusul Jinan Safa Safira dari Tim T dengan 7.010 suara, dan Feni Fitriyanti (Tim J) 6.375 suara di tiga besar.

Perebutan suara pada event akbar JKT48 tahun ini, terutama untuk posisi senbatsu atau 1-16, harusnya makin seru. Sebab, banyak member populer yang tahun lalu mendapat posisi senbatsu, sudah lulus. Termasuk, Cindy Yuvia yang memenangi kompetisi 2018 dengan perolehan 68.031 suara.

Shani yang tahun lalu finish di urutan kedua dengan 47.654 suara, punya kesempatan besar untuk mengulang kesuksesan pada 2017. Dalam senbatsu sousenkyo 2017 itu, Shani menjadi juara. Apalagi, modal pada pengumuman tahap pertama sudah bagus, suara Shani dua kali lebih banyak dari Jinan yang berada di urutan kedua.

Angka yang diperoleh Shani saat ini bukan hanya menjadi patokan pencapaian bagi member Tim KIII dan penggemarnya saja. Lebih dari itu, 15 ribu suara yang dikumpulkan pada tahap pertama bisa menjadi angka psikologis yang harus dikejar member lain jika ingin masuk tim senbatsu.

Berkaca pada statistik Senbatsu Sousenkyo sebelumnya, perolehan member di posisi 16 memang tidak jauh dari 15 ribu suara. Pada 2018 misalnya, Gabryela Marcelina (Aby) yang saat itu menjadi wakil Akademi Kelas A mengumpulkan 13.587 suara. Pada 2017, Nabilah Ratna Ayu Azalia (Tim J) mendapat 15.134 suara. Sedangkan pada 2016, Thalia Ivanka Elizabeth (Tim J) punya 16.011 suara.

Jadi, siapa bisa mengejar Shani untuk mengamankan angka psikologis itu? Jawabannya ada pada usaha member dan para penggemarnya. Yang pasti, Jinan, Feni, Dhani Amalia, serta Aby yang mengutit di lima besar tak mau buru-buru lempar handuk.

Jinan misalnya, ingin memperbaiki posisinya dari tahun lalu yang finish di urutan 14. Apalagi, pencapaian tahap pertama 2019 sama dengan 2018. Sama-sama di urutan kedua. Setelah itu, peringkatnya terus merosot. Jinan tak mau terlempar jauh lagi.

Member Tim T Jinan Safa Safira. (Instagram jkt48jinan)

’’Target aku sekarang bisa dilihat sama orang banyak. Aku ingin di depan. Aku mau ketika orang melihat JKT48, akan langsung melihat aku. Tanpa harus cari-cari dulu. Makanya, tagline aku di senbatsu sousenkyo sekarang ini #DimanaJinan,’’ tegasnya pada JawaPos.com.

Dia tahu, perolehan suaranya saat ini tertinggal dua kali lipat dari Shani. Jinan yakin dan percaya dengan penggemarnya untuk bisa mengumpulkan lebih banyak suara. ’’Penggemarku penentunya. Kami bagai tim yang masing-masing punya peran. Aku sudah memperlihatkan dan memberikan usahaku kepada mereka. Sekarang, mereka yang akan men-support aku,’’ terang member Tim T itu.

Feni Fitriyanti juga demikian. Berada di posisi tiga memang bukan harapannya meski tidak menyangka pada pengumuman sementara tahap pertama sudah di urutan bagus. Katanya, perjalanan masih panjang hingga voting ditutup pada 27 November nanti. Dia bertekad terus berusaha supaya bisa dapat posisi lebih baik dari sekarang.

Member Tim J Feni Fitriyanti. (Instagram jkt48feni)

Untuk itu, Feni mengaku sudah menyiapkan strategi. Namun, dia enggan berbagi informasi untuk itu. Yang pasti, dia ingin mewujudkan tagline kampanye yang diusungnya yakni #More. ’’Tahun kemarin posisi 4. Mungkin kalo sekarang memang tahunnya aku, targetnya lebih dari itu,’’ tuturnya.

Apakah menjadi center Tim J memberikan keuntungan tersendiri untuk menarik lebih banyak penggemar? Feni punya pandangan lain. Menurutnya, bukan keuntungan karena menjadi center membuat tekanan ke dia lebih besar dari tahun lalu. Pencapaiannya pada senbatsu sousenkyo juga berdampak pada kebanggan tim padanya.

’’Aku nggak mau ngecewain keluarga aku sendiri,’’ kata Feni penuh semangat.

Member Tim J lainnya, Diani Amalia Ramadhani juga siap terus tancap gas meski pencapaiannya sementara ini disebutnya sangat tinggi. Maklum, pada senbatsu sousenkyo 2017, nama Diani tidak ada dalam 32 besar. Momen yang bagus ini tentu tidak akan dia sia-siakan. ’’Apapun hasilnya nanti, semoga proses kita nggak berhenti sampai di sini dan akan bertahan sampai akhir pengumuman nanti,’’ jelasnya.

member Tim J Diani Amalia Ramadhani. (Instagram jkt48.diani)

Diani mengaku bukan tipikal gadis yang mudah puas. Dia memposisikan sebagai orang yang selalu ingin berusaha keras untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Sikap terbukanya atas masukan dan kritikan selama ini berhasil membuatnya jadi member yang kuat.

’’Posisi saat ini, jujur aku pun nggak pernah nyangka bakalan dapat peringkat empat. Memang ini posisi yang bagus, namun aku juga nggak boleh gampang terlena dengan peringkat sementara. Proses untuk meraih peringkat akhir itu masih panjang. Aku mau tetap berproses untuk diri sendiri dan pendukung aku,’’ katanya.

Apakah Diani bakal menjadi kuda hitam dalam senbatsu sousenkyo kali ini? Penggemarnya bisa membuktikan itu. Yang pasti, kalau Diani berhasil masuk tim senbatsu, dia janji untuk belajar bahasa Jepang. Selain itu, dia akan meningkatkan performance, dan MC di teater supaya lebih banyak orang tertawa.

Bagaimana dengan Aby? Member berusia 18 tahun juga ingin finish lebih baik dari 2018. Shani, Jinan, Fenin, dan Diani adalah member dengan perolehan suara lebih baik dari dia. Namun, Aby tidak dalam posisi menyebut empat member itu sebagai saingan terberat. Menurunya, pesaing terberat adalah dirinya sendiri.

Member Tim T JKT48 Gisela Gabryela Marcelina. (Instagram jkt48aby)

’’Aku harus bisa menunjukan bahwa diri aku layak untuk ada di posisi terbaik senbatsu sousenkyo tahun ini,’’ terangnya. Aby percaya penggemarnya bisa membawa dia ke posisi yang lebih baik di tahun ini. Apalagi, reward untuk kompetisi 2019 adalah single original yang membuat semua member ingin membawakannya.

Tetap Bukan Persaingan yang Mudah

Perolehan suara Shani begitu tinggi, ditambah dengan lulusnya para member yang tiap edisi senbatsu sousenkyo punya suara tinggi tidak membuatnya lengah. Menurut Shani, tidak akan pernah ada jalan yang mudah dalam masa-masa kompetisi ini. Setiap tahun selalu menurutnya selalu ada tantangan tersendiri.

’’Aku menganggap sousenkyo tahun ini sangat serius dan butuh tekat yang lebih. Yang diperjuangkan adalah single original. Yang selama ini telah di tunggu-tunggu oleh semuanya,’’ ucap Shani.

Member Tim KIII itu menambahkan. hadirnya member-member baru juga menjadi tantangan tersendiri. Sebab, mereka punya semangat muda yang tinggi, menarik perhatian, dan juga bertalenta. ’’Aku juga selalu mengingatkan diriku sendiri dan para pendukung untuk selalu semangat sampai akhir. Perjalanan masih panjang,’’ imbuh Shani.

Saat ditanya seberapa optimis, Shani mengatakan sama dengan semangat para pendukungnya. Namun, dia tidak mau berekspetasi terlalu tinggi. Katanya, dia ingin menikmati perjalanan selama masa senbatsu sousenkyo ini dengan enjoy dan sekuat tenaga. ’’Target? aku hanya berdoa semoga diberikan posisi yang terbaik. Posisi yang sesuai dengan usaha yang telah aku lakukan,’’ katanya lantas tersenyum.

Ada sesuatu yang bisa dikatakan bahwa Shani dan penggemar tidak akan main-main pada senbatsu sousenkyo tahun ini. Dia bilang, sejak pengumuman tahun lalu yang membuatnya kehilangan kesempatan back to back menjadi pemenang, para pendukung mencoba untuk mendukungnya lebih lagi.

’’Aku bener-bener bisa merasakan perubahan dan semangat mereka yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Termasuk berbagai project yang dilakukan fans dengan tagline Bring Back Storia. Bahkan sejak awal 2019, Shani tidak melihat ada semangat penggemar yang turun,’’ terangnya.

Editor : Dhimas Ginanjar



Close Ads