JawaPos Radar | Iklan Jitu

GNR, Kaset Pinjaman, dan Spirit Nge-Band

Oleh Akhdiyat Duta Modjo*

08 November 2018, 14:08:40 WIB
GNR, Kaset Pinjaman, dan Spirit Nge-Band
Duta Sheila On 7 dalam suatu konser. (Fuad Muhammad/Kaltim Post/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Mendengarkan nama Guns N' Roses (GNR), ingatan saya pasti melompat mundur pada masa 26 tahun lalu. Satu masa di mana saya tidak mendapatkan segala sesuatunya dengan mudah.

Awal-awal dekade 1990-an, saya yang masih duduk di bangku SMP Jogja mendengar album kembar Use Your Illusion I & II dengan meminjam teman. Titis, kawan sekompleks rumah saya, dan Adam (basis Sheila on 7) di Sawitsari, Jogjakarta, punya koleksi kaset yang jauh lebih banyak.

Dari Titis itulah saya dan Adam mengenal nama-nama band atau musisi yang kemudian menjadi idola kami seperti Mr Big, Aerosmith, Bon Jovi, Sting, dan masih banyak yang lain.

GNR, Kaset Pinjaman, dan Spirit Nge-Band
Panggung Guns N Roses di Jakarta (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Saya bisa mendengarkan berjam-jam double album milik GNR yang dirilis pada 17 September 1991 tersebut. Ke-30 lagu dalam dua album itu benar-benar membius saya.

Kalau disuruh memilih lagu favorit di album Use Your Illusion I & II itu, saya sulit menentukannya. Don't Cry, Estranged, Civil War, Yesterdays, November Rain, You Could Be Mine, sampai So Fine berjejalan di telinga saya sampai saat ini.

Saking cintanya dengan album GNR ini, pada karyawisata SMP saya ke Pangandaran pada 1992-1993, kaset pinjaman dari Titis itu tak lupa saya bawa. Dalam perjalanan sekitar 5-6 jam, Use Your Illusion I & II saya putar terus-menerus di bus.

Dalam mendengarkan GNR, saya tidak urut sesuai tahun keluarnya. Pertama Use Your Illusion I & II, baru kemudian saya mendengarkan Appetite for Destruction (album pertama), GN'R Lies (album kedua), dan The Spaghetti Incident (album kelima).

Pola mendengarkan album tak sesuai urutan waktu juga terjadi di Sheila Gank. Mereka mendengarkan Betapa atau Lapang Dada, baru kemudian mendengarkan hit dalam album-album sebelumnya seperti Sephia, Dan, dan yang lain.

Nah, era 1990-an saya harus melakukan banyak hal untuk mendapatkan akses musik yang akhirnya menjadikan saya seperti ini. Salah satunya adalah menjual kaset almarhum bapak di Pasar Beringharjo (tentu ini tanpa sepengetahuan ibu, hehehe...).

Atau merekam di kaset kosong memakai tape double-deck yang ada. Kadang kalau kepepet karena tidak ada uang, bagian atas kaset almarhum bapak yang sudah tidak terpakai saya sumpel agar bisa merekam. Saya juga menyisihkan uang saku untuk bisa memperoleh kaset.

Kembali ke soal GNR. Pada awal masa nge-band zaman SMA, meski GNR adalah idola saya, saya tidak pernah membawakan lagu-lagu mereka ketika manggung. Mergone suarane ora tekan ketoke, hehehe... (Sepertinya karena suara saya tidak sampai, hehehe...)

Tapi, kalau sekadar genjrang-genjreng di studio sama Eross, ya pastilah lagu-lagu GNR muncul. Patience, Sweet Child O'Mine, Welcome to the Jungle, atau Paradise City.

Sebelum nge-band bareng Sheila on 7, saya punya band SMA. Namanya Grosht. Band itu ada kepanjangannya, Gerombolan Orang Susah tapi Happy Terus. Saat itu, kami bawakan lagu-lagu Green Day dan Stone Temple Pilots.

Malam ini saya akan menonton konser GNR untuk kali kedua. Ada harapan GNR dengan formasi reuni ini akan sedashyat ketika saya nonton di Changi Expo Singapura pada 25 Februari 2017.

Saya dibuat terkagum-kagum oleh penampilan Axl Rose, Slash, dan Duff McKagan sekitar tiga jam tanpa henti di panggung. Dengan segala pasang surut karir mereka, mulai sukses, kecanduan obat, pecah, sampai kemudian reuni, saya tetap salut dengan mereka.

Di usia mereka yang saat ini, 50 tahun lebih, mereka masih bisa nge-band dan manggung berjam-jam itu adalah satu hal yang luar biasa. Buat saya, Eross, Adam, dan Brian, menonton konser GNR seperti menjadi penyuntik semangat. Pada usia kami yang belum setua mereka, seharusnya kami bisa terus nge-band, konser, dan melahirkan karya! 

*) Vokalis Sheila on 7

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (Disarikan dari wawancara dengan wartawan Jawa Pos Diar Candra/c5/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini