alexametrics

Sensitif, Maudy Koesnaedi Senang Film Ave Maryam Diapresiasi Baik

7 Desember 2018, 09:29:32 WIB

JawaPos.com – Aktris Maudy Koesnaedi terlibat dalam proyek film baru berjudul Ave Maryam. Dilihat dari judul saja, tampak hal yang tak biasa. Dalam agama Khatolik, kita biasa mendengar Ave Maria sebagai sebuah lagu pujian. Namun, dalam film garapan Robby Ertanto Soediskam ini Maria diganti dengan Maryam, nama yang tak asing lagi bagi kaum muslim di Indonesia.

Membahas isu yang sensitif, tak membuat Maudy Koesnaedi takut untuk terlibat. Dia justru rindu dengan peran-peran menantang seperti itu.

“Buat saya sebenarnya ini kesempatan untuk meng-eksplore akting karena selama ini peran-peran yang saya dapatkan masih sebatas stereotype sebagai seorang ibu, yang konfliknya nggak terlalu banyak. Roby datang dengan pilihan dan bersikeras untuk sepenuhnya saya yang main dan setelah melalui diskusi panjang lebar sekali mengenai cerita dan segala halnya, ini kesempatan yang baik,” papar Maudy Koesnaedi yang menjadi nominasi aktris terbaik di Festival Film Tempo 2018, Kuningan, Jumat (7/12).

Ave Maryam Trailer (YouTube/ Ave Maryam Movie)

Faktanya, sejauh ini Maudy Koesnaedi senang dan bangga karena film yang beredar di beberapa festival itu mendapat respon positif.

“Yang saya tahu sih memang karena filmnya temanya sensisitif mungkin lebih baik masuk dulu ke festival internasional sebelum masuk ke Indonesia untuk tahu responnya seperti apa. Tapi, sejauh ini alhamdulillah filmnya diterima dan positif semua responsnya dan banyak sekali yang nanyain kapan tayang siap nonton gitu,” ungkap Maudy.

Pemeran karakter Zaenab dalam Si Doel itu pun menceritakan pengalamannya belum lama ini di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2018 (JAFF). Bahwa banyak yang belum sempat menonton Ave Maryam kecewa karena tiket cepat habis.

“Kemarin di JAFF sudah habis tiketnya dan masih banyak yang belum sempet nonton,” lanjutnya.

Namun, saat ditanya kapan akan dikomersilkan di bioskop, Maudy mengaku tidak tahu. Sebab, dia mengaku hanya bermain dan keputusan tayang ada pada sutradara dan produser.

Melihat trailer pertama yang dirilis beberapa hari lalu, film Ave Maryam menyebutkan beberapa festival yang telah resmi menayangkannya. Mulai dari Cape Town International Film Market & Festival (CTIFM&F) di Amerika Serikat, Hanoi International Film Festival (HANIFF) di Vietnam, dan Hong Kong Asian Film Festival.

Film Ave Maryam sendiri mengangkat kisah perempuan bernama Maryam (Maudy Koesnaedi), 40, dengan latar tempat di Semarang 1998. Lahir di keluarga muslim, Maryam bekerja membantu panti jompo dan itu membuatnya berinteraksi dengan orang berbeda agama.

Dalam perjalanannya, Maryam pergi ke Ambarawa, tepatnya ke Giri Sota. Di sana dia bertemu dengan tujuh biarawati tua. Kemudian, Maryam memutuskan untuk membantu para biarawati itu. Perjalanan Maryam ke Ambarawa membawanya bertemu satu sosok baru, Yosef (Chicco Jerikho), seorang pastor berusia 35 tahun. Pertemuan Maryam dan Yosef membawa pada perasaan-perasaan yang baru. Keduanya pun memiliki relasi yang kompleks.

Selain Maudy Koesnaedi dan Chicco Jerikho, sutradara Joko Anwar turut bermain dalam film ini bersama Olga Lydia dan Tuty Kirana.

Editor : Novianti Setuningsih

Reporter : (yln/JPC)



Close Ads
Sensitif, Maudy Koesnaedi Senang Film Ave Maryam Diapresiasi Baik