alexametrics

Kerja Sukacita, Sutradara Ungkap Semua Pemain Ave Maryam tak Dibayar

5 April 2019, 10:27:07 WIB

JawaPos.com – Sudah melanglang ke berbagai film festival di luar negeri, seperti Cape Town International Film Market & Festival (CTIFM&F) di Amerika Serikat, Hanoi International Film Festival (HANIFF) di Vietnam, dan Hong Kong Asian Film Festival, akhirnya Ave Maryam segera tayang di bioskop negeri sendiri.

Film karya anak negeri ini memang awalnya dibuat untuk film festival. Selaku sutradara, Ertanto Robby Soediskam pun tak menyangka akhirnya Ave Maryam akan diputar di bioskop-bioskop tanah air mulai 11 April 2019.

Robby menceritakan bahwa pembuatan film yang awalnya berjudul Salt is Leaving The Sea ini tak mudah. Total 3 bulan ia harus mengurus dan mendapatkan izin dari Keuskupan. Sebab, mengangkat cerita kehidupan seorang suster dan pastor.

Ditambah lagi, proses pencarian setiap karakter dalam film yang tak sederhana. Terutama, dalam pencarian sosok Maryam. Sebab, Maryam dibayangkan adalah seorang suster yang karismatik tetapi sederhana dan menyejukkan.

“Maryam itu karakternya wanita umur 40 tahun yang karismatik dilihat, adem dan sederhana. Di Indonesia mencari aktor susah. Dalam artian aktor yang mau jalani profesi keaktorannya, yakni observasi karakternya. Akhirnya, kita berpikir ke Mbak Maudy Koesnaedi. Maju, mundur karena saya belum begitu kenal Mbak Maudy,” ungkap Robby saat jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

Saat ditawari karakter Maryam, Maudy Koesnaedi ternyata tak langsung menerimanya. Butuh waktu buat Robby hingga akhirnya Maudy menerima lamarannya.

Proses syuting dimulai pada 2016. Dengan kesederhanaan, pengambilan gambar dilakukan selama 9 hari di biara di Semarang, Jawa Tengah. Bahkan, para suster yang dengan sukarela membantunya dengan menyediakan makanan.

Robby memang mengakui cukup sulit mencari pemodal untuk mendanai ide kreatifnya kala itu. Hasilnya, para pemain tidak ada yang dibayar. Padahal, melibatkan sejumlah nama besar. Sebut saja, Maudy Koesnaedi, Chicco Jerikho, Olga Lydia, Tutie Kirana, hingga Joko Anwar.

“Kita semua nggak ada yang dibayar. Kita kerja sukacita,” pungkas Robby.

Ave Maryam memang cukup membuat penasaran. Sebab, cerita yang ditawarkan dianggap berbeda dan cukup sensitif, yakni kisah cinta terlarang antara suster dan pastor.

Sebagai seorang manusia biasa, Maryam dengan rutinitasnya sebagai suster yang merawat para suster lansia, digambarkan menyimpan hasrat dan gairah dalam dirinya.

Kehadiran Romo Yosef (Chicco Jerikho) dalam hidup Maryam membuat hasrat dan gairah tersebut terbebas. Namun, keduanya terikat pada kaul masing-masing.

Oleh karenanya, tak melulu soal cinta, Ave Maryam juga menggarisbawahi perihal kesetiaan.

Editor : Novianti Setuningsih

Copy Editor : Fersita Felicia Facette



Close Ads