alexametrics

Hadirkan 2 Perspektif, Film Imperfect Beda dari Bukunya

3 Desember 2019, 20:00:20 WIB

JawaPos.com – Kolaborasi apik antara Meira Anastasia dengan sang suami, Ernest Prakasa, membuat film Imperfect: Karir, Cinta, dan Timbangan berhasil memotret dua sudut pandang lengkap dari laki dan perempuan sekaligus. Ketika disinggung soal proses adaptasi cerita antara di buku dan di film, Meira membenarkan memang cukup banyak perubahan ceritanya.

Salah satu perubahan tersebut terletak perubahan proses tahapan hidup karater utama. Jika dibuku dibuat kakater utama sebagai istri dan memiliki anak, dalam film dibuat waktu masih usia remaja. Perspektif gender yang lebih utuh juga menjadi pembeda antara film dan buku.

“Aku ngasih cerita besarnya terus dikembanin sama Ernest. Aku juga banyak terlibat sampai proses editing-nya aku ikut supaya ada perspektif dari perempuan. Waktu scoring juga aku ikut terlibat. Di film ini aku lebih banyak keterlibatannya ketimbang film sebelumnya,” ucap Meira yang juga sempat ikut terlibat sebagai penulis di film Milly & Mamet bersama Ernest Prakasa, dalam kunjungannya ke kantor Jawapos.com, Selasa (3/12).

Meira Anastasia. (Foto: Imam Husein/Jawa Pos)

Meira mengaku bahwa dirinya menyuntikkan perspektif perempuan dalam karakter Rara yang diperankan Jessica Mila. Sementara perspektif laki-laki banyak divelope oleh Ernest Prakasa lewat krakter Dika (Reza Rahadian).

Main character-nya kan Jessica Mila sama Reza. Pandangan aku masuk ke Jessica Mila, terus untuk pandangan Ernest lebih masuk ke Reza. Kalau di buku lebih ke perspektif perempuan, tapi dalam film kita mau memberi perspektif imbang cewek dan cowok. Kita pengin lihat inilah yang terjadi, problem yang sering kita hadapi sebagai pasangan,” ungkapnya.

Meskipun secara cerita mengalami banyak perombakan, Meira Anastasia mengatakan semangat dan spirit film ini tetap sama dengan buku Imperfect yang ditulisnya. “Kita lebih mengambil semangatnya saja ya,” ucapnya.

Film Imperfect memiliki pesan tentang pentingnya peran keluarga dan bahaya body shaming bagi seseorang. Meira mengingatkan, body shaming ternyata tidak hanya dilakukan oleh orang luar. Keluarga tanpa sadar juga banyak mempraktekkan hal itu dalam kehidupan sehari-hari.

Body shaming tidak hanya terjadi di dunia luar, tapi juga di keluarga. Nah yang mau kita highlight juga karena body shaming di keluarga juga banyak terjadi,” papar Meira Anastasia.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Abdul Rahman



Close Ads