JawaPos Radar

Sepanggung dengan Victoria Beckham, Vivi Zubedi Bawa Kain Sasirangan

31/01/2018, 16:20 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Sepanggung dengan Victoria Beckham, Vivi Zubedi Bawa Kain Sasirangan
Vivi Zubedi (tengah) saat bicara tentang keikutsertaannya di ajang New York Fashion Week 2018 (Nurul Adriyana/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bangga! Sebagai salah satu desainer muda, Vivi Zubedi, kembali membawa nama Indonesia ke panggung fashion dunia. Sepanggung dengan desainer kelas dunia, Victoria Beckham, Vivi menjadi satu-satunya perancang modest wear yang tampil New York Fashion Week (NYFW) 'The Shows'.

Sebenarnya, bagi Vivi tampil di ajang New York Fashion Week bukanlah kali pertama. Tahun lalu, ia berhasil mencuri perhatian pecinta fashion dengan busana abaya dalam pagelaran busana 'First Stage', yang juga menampilkan desainer Dian Pelangi dan Barli Asmara.

Bedanya, untuk New York Fashion Week yang dilaksanakan Februari nanti, ia akan unjuk gigi secara tunggal dengan membawakan 32 looks. "Jadi waktu abis New York Fashion Week First Stage ada penilaian dari pakar fashion. Nah yang saya dengar dari yang ngundang, mereka baru lihat pertama kali abaya dengan gaya masa kini," tutur Vivi saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/1).

Sepanggung dengan Victoria Beckham, Vivi Zubedi Bawa Kain Sasirangan
Salah satu koleksi Vivi Zubedi di New York Fashion Week 2018 (Dokumentasi HIJUP)

Dalam koleksinya kali ini, Vivi tetap memasukan kekayaan kain Indonesia dalam rancangannya. Dipadukan dengan kain fashion seperti lace dan katun, Vivi menggunakan kain Sasirangan dan Pagatan asal Kalimantan dengan tema 'Urang Banua'. Pemilihan kedua kain tersebut pun merujuk respons dunia atas koleksi yang hadir dalam NYFW sebelumnya.

Vivi bercerita, dari sekian banyak kain yang ia gunakan saat itu, paling banyak orang penasaran dengan Sasirangan. "Lalu setelah saya menjelajahi, ternyata ada kain Pagatan yang sama bagusnya. Dan saya rasa perlu untuk mengenalkan kain ini karena banyak yang belum tahu termasuk orang kita sendiri," lanjutnya.

Menggandeng HIJUP, Vivi pun akan menerjemahkan busana abaya dalam potongan yang berbeda. Dengan tetap memperhatikan syariat berbusana muslim, Vivi berusaha mengungkap abaya dalam bentuk dress, top, bottom, dan outer.

"Bagaimanapun juga saya ingin kain daerah bisa sejajar dengan kain fashion di panggung dunia. Tentunya ini akan mengangkat kesejahteraan pengrajin juga," tutupnya.

(ce1/ana/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up