JawaPos Radar

Raline Shah: Saya Gila Fesyen

31/01/2017, 10:08 WIB | Editor: Ilham Safutra
Raline Shah: Saya Gila Fesyen
Raline Shah dalam acara Wardah Road to IFW 2017 “YOUniverse” (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Artis cantik Raline Shah memiliki gaya tersendiri dalam penampilannya. Pemeran film Surga tak Dirindukan ini mengaku tidak memiliki penata gaya dan tampil sesuai gaya serta cita rasa diri sendiri.

Rencananya pada Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 ini, Raline juga bakal ikut terlibat. "Tahun lalu saya brand ambassador Wardah yang ke-8. Saya gila fesyen. Saya bangga jadi bagian dari IFW," kata Raline dalam acara Wardah Road to IFW 2017 “YOUniverse” di Wyl’s Kitchen Veranda Hotel, Jakarta, Senin sore (30/1).

Bagi Raline, fesyen merupakan cara mengekspresikan diri melalui visual. Sebagai aktris, kata dia, secara visual fesyen adalah hal paling penting, sebab dalam memerankan diri sendiri perlu fesyen.  "Yang dilihat secara visual kan fesyen, kostum itu penting. Memerankan diri sendiri butuh taste masing-masing saya sendiri enggak merasa saya fashionable tapi setiap orang punya style sendiri itu terus berubah dan berkembang," kata wanita pemeran Pasha Fatma dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa ini.

Raline mengaku senang menggunakan kain khas Indonesia seperti batik dan tenun. Dia sering kali memberikan unsur tenun atau batik pada setiap bagian pakaiannya. Baginya, jika Indonesia ingin bersaing di kancah internasional maka harus berani mengangkat budaya lokal. "Ini gaya hidup aku cocokkan baju pada fungsinya. Kalau pesan baju sebisa mungkin saya pesan kain batik atau tenun," katanya.

Raline menilai dirinya memiliki gaya yang sedikit sporty fresh dan tidak terlalu banyak mekap. Raline lebih senang warna pakaian hitam dan putih karena dia suka travelling sehingga warna tersebut lebih netral.

Sebagaimana diketahui, saat ini banyak selebriti yang merambah dunia desain bahkan memiliki label sendiri untuk bajunya. Saat ditanya hal itu, Raline punya jawaban tersendiri.

"Jadi desainer bukan sesuatu yang instan. Harus sekolah belajar tak bisa langsung begitu saja. Kalaupun suatu hari saya mau buka label sendiri, pasti saya hired desainer pekerjakan desainer lokal. Apalah tahu saya menjahit baju, jahit kancing saja sulit," katanya tertawa. (cr1/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up