JawaPos Radar

Kain Wastra Nusantara dalam Koleksi Modest Wear Itang Yunasz di IFW

30/03/2018, 07:05 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Kain Wastra Nusantara dalam Koleksi Modest Wear Itang Yunasz di IFW
Koleksi 'Kamilaa' by Itang Yunasz di hari kedua IFW 2018, Kamis (29/3) (Muhammad Hafidh/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Perancang busana senior Itang Yunasz kembali menampilkan rancangan terbarunya bernafas Batik Wastra Nusantara.  Dengan koleksi Kamilaa-nya sebanyak 24 looks ready to wear, Itang menunjukkan nafas etnik dengan gaya modest wear

Rancangan modest wear miliknya terlihat sangat trendy namun tetap berpegang pada pakem perempuan berjilbab.

Ditemui usai menggelar karyanya di hari kedua Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, pihaknya menjelaskan koleksi modest wear untuk IFW kali ini terinspirasi dari kecantikan wastra nusantara. Ada tiga motif batik yang digunakan Itang, diantaranya batik lockan, parang, dan jumputan dari Sumatera.

"Batik Lockan dahulunya dibuat dengan teknik batik di atas kain sutera dengan dominasi warna biru dan warna latar belakang putih atau cream. Kemudian motif parang memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah dan simbol kesejahteraan," ujarnya kepada Jawapos.com di Jakarta Convention Center, Kamis (29/3).

Sedangkan jumputan dengan motif abstrak, yang dibuat dari hasil proses ikat dan celup warna. Di kalangan pengrajin Jawa, pengembangan jumputan dikombinasikan dengan batik. Sedangkan di Sumatera Selatan dikenal sebagai 'kain pelangi' yang dibuat dengan teknik tenun yang bertepi songket.

Ketiga elemen wastra nusantara tersebut, ia tuangkan ke dalam motif print dengan kesan eksotis dan dramatis. Rancangannya semakin memukau dengan pemilihan material poly twill dan crape silky yang di-print dengan ketiga motif batik tersebut.

Sementara itu untuk palet warna, ia menggunakan warna yang sangat lekat dengan motif lokcan, yakni hijau, oranye dan nude yang menarik. Sementara motif parang tampil dalam balutan warna oranye, dan motif jumputan hadir dalam tiga warna yakni maroon, tobacco brown dan light brown.

"Koleksi 'Kamilaa' ini sangat beragam, mulai dari pilihan celana panjang yang dipadankan dengan tunik atau pun blus sebagai atasannya yang disempurnakan dengan outer. Selain itu ada dress, kaftan, palazzo juga dihadirkan sebagai pilihan," tambahnya.

Desainer yang produktif merancang busana sopan dan elegan ini selalu tertarik menggunakan motif tradisional sebagai ciri khasnya. Koleksinya semakin kaya dengan penambahan ruffles, pleats, drapery di beberapa bagian. Ia pun berani untuk melakukan tabrak motif, seperti motif parang dari Jawa dipadukan dengan motif jumputan dari Sumsel.

Koleksinya Itang makin menawan dengan paduan gaya jilbab turban dan nude pump berpotongan lancip yang dibuat khusus untuk menyempurnakan tampilan.

(fid/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up