JawaPos Radar

Jawab Tantangan Global, Kaum Milenial Harus Berpikir Layaknya Majikan

29/06/2018, 08:05 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Jawab Tantangan Global, Kaum Milenial Harus Berpikir Layaknya Majikan
Rektor dan Pendiri Tanri Abeng University Tanri Abeng (tengah, batik), bersama para narasumber universitas internasional dalam diskusi Human Capital Development Management and Leadership. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Era digital membuat gaya hidup berubah. Termasuk cara bekerja semuanya serbadigital. Banyaknya startup milenial yang bermunculan, tentu harus mempunyai trik dan strategi agar tetap bisa bertahan lama. Kuncinya adalah jiwa kepemimpinan dan manajemen yang baik.

Hal itu diungkapkan Pengusaha Senior Tanri Abeng sebagai Pendiri Tanri Abeng University. Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan itu tentu memiliki tips dan kiat-kiat khusus agar startup milenial dapat terus bertahan, berkreasi, dan berinovasi.

"Semua sudah berubah. Mata uang sudah berubah, semua kini digital. Leadership sangat penting saat ini. Tak ada progress startup milenial tanpa kepemimpinan. Negara saja bisa sukses dengan punya pemimpin," tegas Rektor Tanri Abeng University itu dalam diskusi bertema Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia dengan Memperluas Kerjasama Internasional di Jakarta, Kamis (28/6).

Tanri menambahkan mau tak mau anak muda harus mengikuti perkembangan teknologi, harus lebih banyak kreatif lagi. Dia menjelaskan, jiwa manajemen dan wirausaha harus dimiliki startup sehingga tak melulu berpikir sebagai anak buaj.

"Mungkin milenial tak lagi harus berpikir sebagai pegawai. Harus mulai berpikir sebagai majikan. Jadi bisa creating lagi. Satu hal yang Anda lakukan adalah jadi majikan, maka tanpa ilmu manajemen tak akan optimal. Dengan manajemen, pengalokasian sumber daya akam efektif," kata Tanri.

Tantangan di era global, lanjutnya, adalah memajukan pendidikan diselaraskan dengan perkembangan teknologi. Hal itu menjadi salah satu aspek di samping skill dan teknologi.

"Pendidikan saat ini tergantung pada IT. Computing. IT jadi kebutuhan. Makanya kami punya digital transformastion. Itu mutlak. Tapi dari basic pendidikan saja kita terlambat, kurang menghayati perkembangan global," tukasnya.

Maka dia mendorong agar Indonesia bisa bersaing secara global. Caranya harus mengukur kemampuan masyarakat paling tidak di kawasan Asia Pasifik.

"Ilmu saat ini begitu mengglobal. Apa yang diajarkan di Amerika bisa diterapkan di sini. Tentu itu semua dengan IT digital," tegasnya.

Berdiri ssjak tahun 2011, Tanri Abeng University terus berusaha mengembangkan diri sebagai penyedia layanan pendidikan tinggi yang berkualitas internasional. Dalam acara Human Capital Development Management and Leadership di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (28/6), Tanri Abeng University meluncurkan dua program kerjasama dengan dua institusi pendidikan internasional bergengsi. Yaitu University of West Scotland (UWS) yang termasuk top universitas terbaik di dunia. Kemudian juga dengan Australuan Institute of Business, Management dan Leadership (AIBML).

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up