JawaPos Radar

IFW Permudah Ambisi Indonesia Jadi Kiblat Fashion Muslim 2020

29/03/2018, 11:05 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
IFW Permudah Ambisi Indonesia Jadi Kiblat Fashion Muslim 2020
Perhelatan opening IFW 2018 di JCC, Jakarta, Rabu (28/3) (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Perkembangan tren busana muslim atau yang akrab dikenal modest wear lokal makin menunjukkan kelasnya di panggung mode Indonesia maupun internasional. Perkembangan ini ditandai dengan beberapa desainer modest wear yang go international.

Tak hanya itu, majunya modest wear dalam negeri juga ditandai dengan angka pertumbuhan dunia fashion tumbuh 3,76 persen. Sehingga, menciptakan banyak wirausahawan baru. Lewat ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, para pelaku industri mode khususnya modest wear semakin optimis menatap masa depan.

"Fashion terus tumbuh kami selalu gulirkan program dari mulai vokasi fashion dan fasilitasi kredit usaha rakyat (kur) dan perbankan. Lalu restrukturisasi mesin dan peralatan, offline dan online, itu dukungan dari pemerintah di dunia fashion," tegas  Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih saat pembukaan IFW 2018 di Jakarta Convention Center, Rabu (28/3).

IFW Permudah Ambisi Indonesia Jadi Kiblat Fashion Muslim 2020
Perhelatan opening IFW 2018 di JCC, Jakarta, Rabu (28/3) (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Pihaknya juga meluncurkan e-smart Industri Kecil Menengah (IKM) yang diluncurkan untuk mempermudah pemasaran lewat marketplace. Sehingga, kata Gati, pihaknya optimis pertumbuhan ini mendorong Indonesia bisa menjadi kiblat muslim fashion dunia.

"Kami punya program jadikan Indonesia sebagai center muslim fashion 2020 sedunia," papar Gati.

Dia mengapresiasi ajang IFW oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) yang menyediakan satu hall khusus fashion muslim. Menurutnya, hal itu upaya APPMI turut serta mewujudkan Indonesia menjadi kiblat fashion dunia.

"Saya yakin IFW jadi kegiatan tahunan untuk menyajikan produk unggulan tahunan. Stimulus untuk bersaing kembangkan usahanya," kata Gati.

Apa yang disampaikan Gati, disambut oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Pihak BEKRAF selama ini juga sudah membuat program yang mengirim desainer langsung terjun ke daerah-daerah bersentuhan langsung dengan para perajin. Di antaranya ada 10 daerah seperti Belu NTT, Toraja, Banyuwangi, Bojonegoro, Banjarmasin, Rembang, dan lainnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up