JawaPos Radar | Iklan Jitu

Mengolah Ayam Goreng yang Lezat dan Sehat

Ganti Minyak jika Berubah Warna

29 Januari 2019, 14:00:59 WIB
Mengolah Ayam Goreng yang Lezat dan Sehat
Zana Aurora saat akan mencicipi Chiken In The Cage di Resto Elodee Gandaria City. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com – Ayam goreng adalah menu makanan praktis yang punya banyak penggemar. Mulai orang dewasa hingga anak kecil. Upin-Ipin termasuk di antaranya, hehehe...

Ayam goreng yang lezat pasti tidak bisa dilepaskan dari bagaimana Anda mengolahnya. Mulai racikan bumbu yang Anda gunakan hingga teknik memasaknya. Namun, sayang, selera makan autodrop ketika masih ada darah dalam daging ayam.

Padahal, ayam yang digunakan telah dicuci berkali-kali. Kuncinya terdapat pada proses menggoreng ayam. Api harus stabil. ”Jangan tiba-tiba dibesarkan ketika di tengah-tengah menggoreng,” terang Yudhi Tantra, CEO restoran Elodee.

Api yang stabil juga akan memengaruhi tingkat kematangan di bagian luar ayam, yaitu kulit. Ketika Anda menggoreng ayam dengan api besar, yang dikhawatirkan hanya bagian luar yang matang, sedangkan bagian dalamnya tidak.

Mengolah Ayam Goreng yang Lezat dan Sehat
Zana Aurora saat akan mencicipi Chiken In The Cage di Resto Elodee Gandaria City. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Kenikmatan makan ayam goreng juga terletak pada moist atau tidaknya daging. Crunchy di bagian luar, moist di dalam. Caranya mudah kok. ”Untuk menghasilkan daging ayam yang moist, bisa dengan diungkep,” ujarnya.

Dia menambahkan, proses ungkep juga bisa membuat daging ayam kaya akan rempah. Ketika mengungkep daging ayam, pastikan bumbu-bumbu meresap hingga daging ayam. Durasi ungkep ayam idealnya adalah 45 menit. Jika overtime, daging ayam akan terlalu lembek. Jika terlalu lembek, struktur daging ayam akan hancur bila digoreng.

Yudhi menyarankan untuk mengganti minyak di penggorengan jika minyak telah berubah warna menjadi gelap. Sebab, minyak yang berubah warna menjadi gelap akan memengaruhi warna kulit dan rasa ayam.

Dokter spesialis penyakit dalam Idham Rusli mengatakan, minyak goreng yang menghitam atau minyak yang digunakan berulang-ulang memberikan dampak buruk terhadap kesehatan. Salah satunya, meningkatkan penyakit degeneratif yang tergolong sebagai penyakit kronis. Penyakit degeneratif, antara lain, penyakit jantung, osteoporosis, hipertensi, dan kanker.

Mengolah Ayam Goreng yang Lezat dan Sehat
Zana Aurora saat akan mencicipi Chiken In The Cage di Resto Elodee Gandaria City. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Nah, ngomong-ngomong ayam goreng, kalian pernah makan ayam yang disajikan di dalam sangkar burung? Makan ayam yang disuguhkan di atas piring sudah mainstream lah itu. Salah satu menu milik Elodee tersebut menggunakan sangkar dengan tinggi 35 cm dan lebar 15 cm.

Di sisi lain, ahli gizi Dahnia Wina menjelaskan, bagian-bagian pada ayam mengandung protein dan lemak yang berbeda. Misalnya, bagian dada ayam. Dia menyebutkan, dada ayam tanpa kulit mempunyai 31 gram protein. Sebanyak 100 gram dada ayam mengandung 165 kalori. Sebanyak 80 persen di antaranya mengandung protein dan 20 persen lemak.

Karena itu, Anda yang sedang dalam program pembentukan otot disarankan mengonsumsi bagian dada ayam. ”Kalau paha bawah 209 kalori, tapi dari angka itu, persentase proteinnya hanya 53 persen,” paparnya.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : Dimas nur aprianto

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up