Tampil Beda Saat Lebaran dengan Batik Betawi Ala Elemwe

28/05/2018, 06:40 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Koleksi batik Betawi karya desainer Pemilik Label Elemwe Lily Mariasari saat tampil di Fuschia Market Ramadhan Edition. (Elemwe)
Share this image

JawaPos.com - Kaftan, dress, tunik hingga busana muslim lainnya barangkali sudah bosan jika dipakai untuk hari raya Idul Fitri. Tahun ini, cobalah menggunakan busana yang lebih berbeda. Menghargai budaya lokal ibukota, Lebaran akan lebih meriah dengan modest wear batik Betawi.

Dalam event Fuschia Market Ramadhan Edition yang berlangsung di Mall Kota Kasablanka pada 25-27 Mei 2018, label Elemwe ikut berkontribusi mengisi rangkaian di panggung fashion bertema Ramadan dengan menampilkan batik Betawi. Busana-busana yang dipamerkan lekat dengan ciri khas Elemwe yakni batik Betawi.

"Alhamdulillah semakin banyak dikenal oleh masyarakat dalam dan luar negri, sehingga semakin mudah dalam pemasarannya," ujar Desainer Pemilik Label Elemwe Lily Mariasari kepada wartawan, Minggu (27/5).

Koleksi batik Betawi karya desainer Pemilik Label Elemwe Lily Mariasari saat tampil di Fuschia Market Ramadhan Edition. (Elemwe)

Menurutnya, batik tidak hanya bisa dikenakan pada acara-acara formal kantor dan lainnya, namun juga pada momen lebaran. Penting bagi Elemwe mengedukasi masyarakat agar lebih mengenal seni budaya Jakarta atau Betawi. Sehingga Jakarta bisa dapat lebih dikenal lagi melalui keunikan sejarah seni budaya yang di miliki, salah satunya batik.

Sebanyak 6 busana ditampilkan pada event ini. Sedangkan 1 busana lainnya digunakan saat parade bersama para label lainnya.

"Pada dasarnya Elemwe membuat baju muslim dengan aksen batik. Bertepatan dengan Ramadan maka kami memadukan warna putih, orange, kunging, dan hijau dengan kain batik seni budaya Betawi sehingga menghasilkan busana yang bisa digunakan saat Idul Fitri," jelas Lily.

Semula Lily mengakui dirinya sempat tidak percaya diri untuk ikut dalam ajamg Fuschia Market. Namun tawaran Indonesia Fashion Chamber (IFC) mendorongnya untuk lebih optimis bahwa batik Betawi bisa diterima di hati masyarakat untuk koleksi Lebaran.

"Awalnya saya enggak pede, masuk enggak ya di hati masyarakat. Karena kan kalau IFC lebih futuristik ya, kalau kami kan etnik. Dan mereka lebih ready to wear, tetapi akhirnya saya beranikan diri," ungkap Lily.

Untuk inspirasi, dalam koleksi kali ini dia memadukan batik Betawi dengan musim gugur di Jepang. Hal itu terinspirasi saat dia pergi ke negeri Sakura melihat keindahan musim gugur sehingga bisa dikawinkan dengan batik Betawi.

"Konsepnya kalau kain batiknya pasti katun, karena ready to wear lebih cocok katun," jelasnya.

Koleksi kali ini menampilkan ragam busana berupa dress dengan bolero, celana, dan busana dengan lengan bervolume. Untuk harga dibanderol dari mulai Rp 1 juta untuk setiap busana.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi