alexametrics

Menikmati Seni di Kedai Kopi

Gratis Asalkan Tidak Berkonten SARA
27 Januari 2019, 11:04:27 WIB

JawaPos.com – Menikmati karya seni di art gallery sudah biasa. Namun, bagaimana rasanya kalau menyaksikan karya seni di kedai kopi? Tentu, lebih seru. Sambil ngopi, Anda bisa menikmati seni. Penasaran?

DULU, kedai kopi hanya menjadi tempat singgah bagi orang yang ingin menyeruput kopi. Kini, fungsi kedai kopi berkembang menjadi tempat pertunjukan seni. Di Jakarta, salah satu kedai kopi yang aktif menampilkan pertunjukan seni adalah Kedai Kopi Kalyan.

Marketing Manager Kedai Kopi Kalyan Noi Hasibuan menyebutkan, para pelaku seni bisa menggelar pameran di kedai secara bebas alias tidak dipungut biaya. Namun, dengan catatan, ide yang diusung dalam pamerannya tidak berkonten SARA. ’’Kedai Kopi Kalyan ada Rumah Seniman. Biasanya, yang dipakai untuk pameran, ya di Rumah Seniman itu,’’ terangnya.

Menikmati Seni di Kedai Kopi
Nikmati art tak harus ke Galery. Cafe Kalyan tak hanya nongkrong menikmati kopi, dindingnya berhias perupa yang sedang memamerkan karyanya. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Perempuan kelahiran Medan, Sumatera Utara, itu menerangkan bahwa Rumah Seniman didirikan pada Oktober 2016. Sebagai project manager, Noi bersyukur banyak pelaku seni yang antusias dengan kehadiran Rumah Seniman. Seiring waktu berjalan, Rumah Seniman bertransformasi menjadi wadah bagi para pelaku seni baru. Karena itu, jadwal pameran hampir tak pernah kosong.

Maharani Subekti adalah salah seorang pelanggan setia Kedai Kopi Kalyan. Setiap weekend, dia killing time bareng teman-temannya mulai sore hingga malam. Sebelumnya, mahasiswi di salah satu universitas swasta di Jakarta itu tidak tahu ada pameran karya seni rupa lukisan di Kedai Kopi Kalyan. ’’Tapi, Kopi Kalyan memang sering sih mengadakan pameran gitu. Dan, basically, aku sendiri suka seni,’’ ucap dara kelahiran Jakarta tersebut.

Menurut dia, kehadiran karya seni di sebuah kedai kopi menjadi daya tarik baru. Baik bagi penikmat kopi maupun seni. Keduanya dipertemukan di lokasi yang sama. ’’Itu sungguh asyik. Beneran,’’ paparnya.

Selain memberikan wawasan baru tentang seni, kehadiran seni di kedai kopi membuat feed Instagram-nya semakin beragam. Dia tidak perlu ke museum atau art gallery. Cukup ke kedai kopi, dia bisa menyaksikan pameran sambil makan dan minum.

Fenomena kehadiran pameran di kedai kopi ditanggapi beberapa pihak. Salah satunya, seniman dan pengajar di Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) Zusfa Roihan. Dia menilai, konsep galeri seni di Indonesia berkembang dengan beberapa infrastruktur pendukung. Misalnya, kafe dan coffee shop.

’’Kafe atau coffee shop menangkap fenomena itu dengan tidak hanya lewat desain ruang yang menarik. Mereka juga memberikan akses lebih untuk karya dan aktivitas seni rupa,’’ katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Dimas nur aprianto

Menikmati Seni di Kedai Kopi