JawaPos Radar

Unik dan Kreatif, Intip Kain Ulos Langka 'Bercerita' dalam Pameran

21/09/2018, 14:37 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
kain ulos, pameran kain indonesia,
Pembukaan Pameran Ulos di Museum Tekstil Jakarta. (ZigZag Indonesia)
Share this image

JawaPos.com - Wastra nusantara memang terkenal dengan keindahannya. Salah satunya kain ulos yang penuh dengan filosofi kehidupan. Namun, sayangnya tak semua kain tradisional Indonesia khususnya ulos banyak dikenal kaum milenial.

Untuk tetap dapat melestarikan identitas budaya Batak ini, Yayasan DEL, sebuah organisasi non profit  yang bergerak di bidang sosial, budaya dan pendidikan, mengajak anak-anak milenial untuk kembali mengenal koleksi langka kain-kain Ulos di Museum Tekstil. Pameran pertama kolaborasi dari Yayasan DEL dan Tobatenun ini hadir dengan instalasi unik dan kreatif yang diselenggarakan selama 14 hari bertempat di Museum Tekstil, Jakarta, dari tanggal 20 September hingga 7 Oktober 2018.

Pameran ini mengusung tema 'Ulos, Hangoluan & Tondi', diambil dari kata hangoluan yang berarti kehidupan dan kata tondi yang maknanya sedikit lebih dalam yaitu jiwa baik yang ada di masing-masing individu.

kain ulos, pameran kain indonesia,
Salah satu spot pameran kain Ulos di Museum tekstil Jakarta. (ZigZag Indonesia)

“Kain Ulos yang diciptakan dari tangan-tangan berjiwa baik ini membuat kami begitu cinta terhadap kain tenun Ulos. Kami pun mengemas konsep pameran kain tenun ini berbeda dengan pameran kain tenun lainnya," ujar Ibu Kerri Na Basaria, perwakilan dari Tobatenun yang bersama dengan Yayasan DEL menjadi penggagas pameran 'Ulos, Hangoluan & Tondi' ini.

Pameran ini dikemas segar dengan alur bercerita, instalasi dengan sentuhan kreatif namun juga sarat akan kesan modern. "Bekerjasama dengan desainer interior muda dimana kita mengkisahkan alur dari fase lahir, dinamika kehidupan, pernikahan hingga kematian,” sambungnya.

Dimulai dari pintu utama Museum Tekstil. Pengunjung akan dimanjakan dengan instalasi pengenalan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Samosir dengan sangat apik. Instalasi ini diberi judul Introduction, dengan suguhan gambaran umum tentang lingkungan Samosir.

Setelah berkenalan dengan lingkungan Samosir, pengunjung akan memasuki ruangan berikutnya yang dinamakan Birth, yang memperlihatkan kain Ulos. Terinspirasi dari awal dari sebuah kehidupan, ruangan Birth memberikan esensi dari suatu kehidupan baru.

“Salah satu kain yang unik dan sarat makna yang dipajang di ruangan ini dinamakan Ulos Lobu- Lobu. Ulos ini diberikan kepada perempuan yang ingin hamil atau yang baru melahirkan," ujarnya.

Ada makna mendalam dibalik Ulos Lobu-Lobu ini, selain berharap agar bisa segera diberikan kehamilan, fungsinya bisa sebagai gendongan, Ulos Lobu-Lobu ini pun diharapkan dapat melindungi anak-anak hingga generasi berikutnya. "Bentuknya bundar dan termasuk kain Ulos yang langka, bahkan orang Batak pun belum tentu tahu tentang kain Ulos ini,” jelas Kerri Na Basaria.

Memasuki ruang Life, ruangan ini menggambarkan kondisi alam, penduduk, serta dinamika kehidupan setiap manusia. Kain Ulos yang dipajang dalam ruangan Life adalah kain Ulos yang digunakan dari masa kanak-kanak hingga usia senja.

Tahapan kehidupan berikutnya akan disuguhkan dalam ruangan Marriage, pemilihan warna dan unsur dekorasi yang berbeda dengan masyarakat moderen pada umumnya. Masyarakat Batak memiliki nilai tersendiri tentang kecantikan pesta pernikahan. Nah, kain Ulos memiliki nilai cantik yang lebih yang sarat akan makna dan sakral dibandingkan kemewahan pesta masyarakat pada umumnya.

Setelah memasuki kehidupan baru dan menjalaninya, fase kehidupan manusia berikutnya merupakan satu fase kehidupan yang pasti dihadapi semua orang, ruang Death yang menggambarkan akhir kehidupan di dunia yang harus disyukuri dan diterima. Ruangan sangat indah berikutnya dinamakan Paradise, fase menuju kehidupan abadi, setelah manusia menunaikan tugas hidupnya di dunia.

Terdapat dengan total 50 kain Ulos yang dipamerkan, 25-30 dari jumlah tersebut adalah koleksi langka yang orang Batak sendiri belum tentu kenal dengan motifnya. Untuk ke pameran, pengunjung cukup membayar sebesar Rp 500 saja.

(Inr/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up